Seperti halnya pada reptil, burung melakukan pembuahan di dalam tubuh. Karena itu, alat-alat kelamin burung tersusun atas bagian-bagian yang memungkinkan terjadinya pembuahan di dalam.
Kelenjar kelamin jantan pada ayam disebut testis terletak di dekat anak ginjal, berupa bulatan putih. Saluran sperma letaknya berimpit dengan saluran kemih dan bermuara di kloaka.
Pada ayam jantan terdapat dua kelenjar kelamin jantan, sedangkan pada ayam betina hanya terdapat satu kelenjar kelamin, yaitu kelenjar kelamin sebelah kanan. Kelenjar kelamin bagian kiri tidak tumbuh secara sempurna. Kelenjar kelamin betina berwarna putih abu-abu dan terletak di atas ginjal.
Bagian ujung saluran telur tampak membesar membentuk suatu rahim atau uterus. Pada bagian uterus inilah proses pembuahan terjadi. Saluran dari kelenjar kelamin betina ini juga bermuara di kloaka.
Telur ayam tidak lain adalah sel telur yang terbungkus oleh albumen atau putih telur, serta dibungkus oleh lapisan kulit luar yang bercangkang keras. Cangkang telur ayam banyak mengandung zat kapur. Keberadaan sel telur di dalam ovarium masih belum terbungkus oleh cangkang telur.
Telur tersusun atas bagian-bagian yang memungkinkan perkembangan embrio sampai siap menetas menjadi individu baru. Bagian-bagian telur tersebut yaitu cangkang telur, rongga udara, putih telur (albumen), kuning telur, tali kuning telur, dan keping lembaga.
Kuning telur mengandung cadangan sari-sari makanan bagi pertumbuhan embrio. Pada bagian kuning telur terdapat keping lembaga yang berisi sel-sel embrio. Keping lembaga ini selalu berada di bagian atas kuning telur. Kuning telur diselubungi oleh cairan kental berwarna jernih yang dinamakan albumen atau putih telur yang berfungsi sebagai cadangan makanan dan air bagi pertumbuhan embrio kelak.
Kuning telur senantiasa berada pada tempatnya karena adanya kalaza atau tali kuning telur yang berfungsi menjaga agar kuning telur tetap pada tempatnya. Pada salah satu ujung telur terdapat rongga udara yang berfungsi sebagai tempat cadangan udara pernapasan bagi embrio. Rongga udara ini terbentuk oleh selaput tipis atau membran sebelah dalam yang merupakan kulit ari dari telur tersebut. Cangkang luar yang merupakan kulit luar telur merupakan lapisan luar yang keras, terbentuk dari zat kapur dan memiliki pori-pori.
Embrio akan terbentuk setelah sel telur ayam yang dihasilkan oleh indung telur induknya dibuahi oleh sel sperma yang dikeluarkan oleh ayam jantan. Proses bertemunya sel telur dengan sel sperma yang berlangsung di dalam tubuh betina ini disebut proses pembuahan di dalam (internal fertilization).
Setelah sel telur dibuahi oleh sel sperma maka terbentuklah zigot. Zigot tersebut apabila dierami akan tumbuh membentuk embrio.
Pertumbuhan embrio di dalam telur selama masa pengeraman, memperoleh zat makanan dari bagian kuning telur dan putih telur. Udara pernapasan diperoleh dari rongga udara di dalam telur.
Apabila pertumbuhan dalam pengeraman tersebut telah sempurna, terbentuklah anak ayam. Anak ayam segera akan memecahkan cangkang telur dengan menggunakan gigi telur yang terdapat pada ujung paruhnya. Adakalanya, proses pemecahan kulit telur ini dibantu oleh induknya apabila telur tersebut dierami induknya. Namun cara pemecahan lazim dilakukan oleh anak ayam di dalam telur itu sendiri.
Proses penetasan telur ayam sangat tergantung pada kestabilan suhu lingkungan. Oleh karena itu, induk ayam yang sedang mengerami telur-telurnya tidak selalu mengerami terus-menerus. Pada saat-saat tertentu ia akan keluar meninggalkan telur-telurnya sejenak. Hal ini bukan semata-mata karena induk ayam merasa lapar, tetapi secara naluriah ia dapat merasakan suhu telur yang dierami terlalu tinggi sehingga memerlukan pendinginan dengan cara telur-telur tersebut ditinggalkan sejenak.
Oleh karena itu, mesin tetas perlu dilengkapi dengan termometer otomatis yang dihubungkan dengan lampu agar kestabilan suhu selama masa pengeraman bisa terjaga. Apabila suhu terlalu tinggi, lampu akan mati dan akan menyala lagi bila suhu terlalu rendah. Untuk menjaga agar panas merata di seluruh permukaan telur, secara alamiah induk ayam akan membalik telur-telur yang dierami dengan menggunakan kaki dan paruhnya. Sedangkan jika menggunakan mesin tetas pembalikan permukaan telur dapat dilakukan pada saat-saat tertentu, misalnya setiap jam 12.00 (siang) kemudian jam 21.00 (malam), sehingga pemanasan permukaan telur dengan listrik dapat berlangsung merata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar