Alat perkembangbiakan yang dimiliki oleh tikus mewakili alat perkembangbiakan pada mamalia atau hewan menyusui.
Tikus jantan memiliki sepasang testis berbentuk bulat yang berjumlah dua dan terletak di dalam kantung pelindung yang dinamakan skrotion. Dari dalam testis ini diproduksi sel kelamin jantan (spermatozoa) yang dikeluarkan melalui saluran sel sperma atau vas deferens. Pada bagian luar alat kelamin jantan terdapat bagian yang dinamakan penis yang berfungsi untuk memasukkan sel sperma ke dalam alat kelamin betina.
Pada alat kelamin tikus betina terdapat sepasang ovarium yang terletak di sebelah kanan dan kiri ginjal. Ovarium ini ukurannya sangat kecil sehingga secara langsung kemungkinan sulit ditemukan. Ovarium memproduksi sel telur yang ukurannya kira-kira hanya 0,1 mm. Sel telur yang telah masak akan mengalami ovulasi, yaitu terlepas dari ovarium dan keluar menuju ke saluran telur atau oviduk yang berhubungan dengan uterus. Uterus merupakan ternpat pertumbuhan embrio. Proses ovulasi pada berbagai jenis mamalia ini berbeda-beda. Pada tikus betina ovulasi terjadi setiap empat hari sekali, sedangkan pada anjing ovulasi terjadi setiap enam bulan sekali. (Bandingkan pada manusia/wanita dewasa, ovulasi terjadi setiap 28 hari sekali!).
Di dalam tubuh tikus betina terdapat dua bagian uterus, yaitu bagian kanan dan kiri. Masing-masing uterus mampu menampung embrio yang jumlahnya lebih dari satu. Jumlah embrio pada uterus menunjukkan jumlah sel telur yang berhasil dibuahi oleh sel sperma. Setiap sel telur yang berhasil dibuahi oleh sel sperma akan membentuk sebuah embrio.
Setiap embrio dihubungkan dengan dinding uterus melalui suatu jaringan yang kaya pembuluh-pembuluh darah sekaligus sebagai penyalur zat-zat makanan yang mengalir dari dalam tubuh induk,menuju ke tubuh embrio. Jaringan yang menghubungkan tubuh induk dengan embrio disebut plasenta. Saluran yang menghubungkan plasenta dengan tubuh embrio adalah tali pusat. Apabila masa embrio telah sampai pada masa kelahiran maka embrio akan terlepas dari dinding uterus dan keluar melalui vagina.
Masa embrio mamalia tidak sama, tergantung pada masa reproduksinya. Misalnya, tikus mempunyai masa embrio yang lebih singkat, daripada marmot. Kucing mempunyai masa embiro yang lebih singkat daripada anjing. Masa embrio ini berhubungan dengan masa reproduksi. Semakin lama masa reproduksi hewan, semakin lama juga masa embrionya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar