Huruf kapital digunakan pada huruf pertama:
a. Kata ungkapan yang berhubungan dengan keagamaan, kitab suci, dan nama Tuhan
b. Gelar (kehormatan, keturunan, keagamaan) yang diikuti oleh nama orang
c. Jabatan dan pangkat yang diikuti oleh nama orang
d. Nama bangsa, suku, dan bahasa
e. Nama hari, bulan, tahun, hari raya dan peristiwa bersejarah
f. Nama khas geografi
g. Nama resmi badan, lembaga pemerintahan, ketatanegaraan
h. Dokumen resmi
i. Kata dalam judul buku, majalah, surat kabar, karangan kecuali partikel di, ke, dari, untuk, yang (yang tidak terletak pada posisi awal)
j. Singkatan nama gelar, sapaan
k. Kata penunjuk hubungan kekerabatan
l. Setelah tanda baca petik buka pada kalimat langsung.
Tanda baca titik digunakan pada:
a. Akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan
b. Akhir singkatan nama orang
c. Akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan sapaan
d. Singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum
e. Di belakang angka atau huruf dalam satu bagan, ikhtisar atau daftar
f. Untuk memisahkan angka jam, menit dan detik yang menunjukkan waktu dan jangka waktu.
Jumat, 17 Juni 2016
Pengertian kata ganti
Kata ganti empunya (pronomina posesiva)
Kata ganti empunya adalah segala kata yang menggantikan kata ganti orang dalam kedudukan sebagai pemilik. Kata yang termasuk kata ganti empunya adalah –ku, -mu, -nya, dan kau-.
Contoh:
- Bagimu negeri, jiwa raga kami
- Bajunya terkena tinta
- Kamu menyerahkan hadiah sebagus ini untukku?
Kata ganti penunjuk (pronomina demonstrativa)
Kata ganti penunjuk adalah kata-kata yang menunjuk tempat suatu benda berada. Kata ganti penunjuk di antaranya adalah ini, itu, sana, sini, situ.
Kata ganti penghubung (pronomina relativa)
Kata ganti penghubung adalah kata-kata yang menghubungkan anak kalimat dengan suatu kata benda yang terdapat dalam induk kalimat. Kata ganti penghubung adalah yang.
Kata ganti penanya (pronomina interogativa)
Kata ganti penanya adalah kata yang menyanyakan tentang benda, orang, atau suatu keadaan. Kata ganti penanya adalah apa, siapa, mengapa, berapa, bagaimana, dan bilamana.
Kata ganti empunya adalah segala kata yang menggantikan kata ganti orang dalam kedudukan sebagai pemilik. Kata yang termasuk kata ganti empunya adalah –ku, -mu, -nya, dan kau-.
Contoh:
- Bagimu negeri, jiwa raga kami
- Bajunya terkena tinta
- Kamu menyerahkan hadiah sebagus ini untukku?
Kata ganti penunjuk (pronomina demonstrativa)
Kata ganti penunjuk adalah kata-kata yang menunjuk tempat suatu benda berada. Kata ganti penunjuk di antaranya adalah ini, itu, sana, sini, situ.
Kata ganti penghubung (pronomina relativa)
Kata ganti penghubung adalah kata-kata yang menghubungkan anak kalimat dengan suatu kata benda yang terdapat dalam induk kalimat. Kata ganti penghubung adalah yang.
Kata ganti penanya (pronomina interogativa)
Kata ganti penanya adalah kata yang menyanyakan tentang benda, orang, atau suatu keadaan. Kata ganti penanya adalah apa, siapa, mengapa, berapa, bagaimana, dan bilamana.
Pengertian kata baku, kata tidak baku dan kata serapan
Kata baku adalah kata-kata yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang berlaku. Acuan yang dapat digunakan adalah KBBI, EYD, pedoman pembentukan istilah, dan tata bahasa baku bahasa Indonesia, sedangkan yang tidak mengikuti kaidah disebut bahasa tidak baku. Pembakuan kata-kata juga berlaku untuk istilah dan kata serapan atau berasal dari bahasa asing, bunyi dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia.
Kata bersinonim adalah kata-kata yang memiliki makna yang sama atau mirip. Kata-kata bersinonim tidak selalu dapat bersubstitusi atau saling mengganti. Hal tersebut bergantung pada konteks kalimatnya.
Misalnya, kata ‘karam’ bersinonim dengan kata ‘tenggelam’.
Contoh:
a. karena terlampau banyak muatannya, kapal yang bernama Harimau itu tenggelam
b. matahari tenggelam di ufuk barat
pada kalimat pertama, tenggelam bersinonim dengan karam, sedangkan pada kalimat yang kedua, tenggelam tidak bersinonim dengan karam. Perlu diketahui bahwa sinonim kata harus berbentuk kata. Oleh karena itu, tidak semua kata dapat dicari sinonimnya.
Cara yang paling praktis untuk memperluas kosakata adalah dengan cara menguasai kata-kata yang bersinonim, banyak membaca, dan rajin mengolah kata.
Kata dasar dan kata turunan
Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan.
Kata turunan
Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya.
Jika bentuk dasar berupa gabungan kata, awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya.
Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan kata itu ditulis serangkai.
Jika ada salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata itu dituliskan serangkai.
Jika bentuk terikat diikuti oleh kata yang huruf awalnya adalah huruf kapital, di antara kedua unsur itu dituliskan tanda hubung (-).
Jika kata ‘maha’ sebagai unsur gabungan diikuti oleh kata ‘esa’ dan kata yang bukan kata dasar, gabungan itu ditulis terpisah.
Kata bersinonim adalah kata-kata yang memiliki makna yang sama atau mirip. Kata-kata bersinonim tidak selalu dapat bersubstitusi atau saling mengganti. Hal tersebut bergantung pada konteks kalimatnya.
Misalnya, kata ‘karam’ bersinonim dengan kata ‘tenggelam’.
Contoh:
a. karena terlampau banyak muatannya, kapal yang bernama Harimau itu tenggelam
b. matahari tenggelam di ufuk barat
pada kalimat pertama, tenggelam bersinonim dengan karam, sedangkan pada kalimat yang kedua, tenggelam tidak bersinonim dengan karam. Perlu diketahui bahwa sinonim kata harus berbentuk kata. Oleh karena itu, tidak semua kata dapat dicari sinonimnya.
Cara yang paling praktis untuk memperluas kosakata adalah dengan cara menguasai kata-kata yang bersinonim, banyak membaca, dan rajin mengolah kata.
Kata dasar dan kata turunan
Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan.
Kata turunan
Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya.
Jika bentuk dasar berupa gabungan kata, awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya.
Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan kata itu ditulis serangkai.
Jika ada salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata itu dituliskan serangkai.
Jika bentuk terikat diikuti oleh kata yang huruf awalnya adalah huruf kapital, di antara kedua unsur itu dituliskan tanda hubung (-).
Jika kata ‘maha’ sebagai unsur gabungan diikuti oleh kata ‘esa’ dan kata yang bukan kata dasar, gabungan itu ditulis terpisah.
Kasti
Ukuran lapangan kasti:
Panjang 45 meter sampai 60 meter (ditambah ruang bebas 5 meter)
Lebar 30 meter
Penonton harus 5 – 10 meter di luar batas.
Alat yang diperlukan dalam bermain kasti, antara lain:
a. kayu pemukul
- panjang 50 – 60 cm
- penampangnya bergaris tengah 5 cm.
b. bola
- dibuat dari karet, berat 70 gram – 30 gram
- diameternya kurang lebih 20 cm.
c. tiang hinggap berjumlah 3 buah, yaitu:
- satu buah tiang pertolongan dan dua buah tiang bebas
- tinggi tiang 150 cm.
d. nomor dada.
Permainan kasti dimainkan oleh dua regu
Tiap regu berjumlah 12 orang
Regu yang jaga disebut partai lapangan
Regu yang memainkan disebut partai memukul.
Lama permainan 2 x 30 menit, istirahat 10 menit.
Nilai
a. seorang pemukul yang baik pukulannya, kemudian lari ke tiang bebas lalu kembali ke ruang bebas, atas pukulannya sendiri, nilainya dua dan disebut run
b. bila hal tersebut terjadi setelah teman lainnya memukul, ia mendapat nilai satu
c. parta lapangan mendapat nilai satu, bila dapat menangkap bola pukulan lawan sebelum menyentuh tanah.
Bola mati
Bola dianggap mati, apabila:
a. setelah pukulan betul
b. setelah pukulan tidak kena dan partai lapangan memainkan bola.
Pergantian tidak bebas terjadi, apabila:
a. seorang pelari kena lemparan
b. partai lapangan yang waktu itu berada di luar garis batas harus segera masuk lapangan, kemudian mencari tempat perlindungan.
Pergantian bebas terjadi, apabila:
a. sudah tiga kali tangkap bola
b. pembebas telah memukul tiga kali secara salah atau tidak kena
c. ruang bebas dibakar
d. seorang pelari keluar lapangan
e. seorang pemain partai pemukul keluar dari ruang bebas tidak untuk memukul
f. kayu pemukul terlepas
g. partai pemukul merugikan lawan dengan cara:
- sengaja menyepak bola
- mendesak pemain partai lapangan
- memegang bola dimana saja
- menonjolkan kepala ke arah si pelempar.
Panjang 45 meter sampai 60 meter (ditambah ruang bebas 5 meter)
Lebar 30 meter
Penonton harus 5 – 10 meter di luar batas.
Alat yang diperlukan dalam bermain kasti, antara lain:
a. kayu pemukul
- panjang 50 – 60 cm
- penampangnya bergaris tengah 5 cm.
b. bola
- dibuat dari karet, berat 70 gram – 30 gram
- diameternya kurang lebih 20 cm.
c. tiang hinggap berjumlah 3 buah, yaitu:
- satu buah tiang pertolongan dan dua buah tiang bebas
- tinggi tiang 150 cm.
d. nomor dada.
Permainan kasti dimainkan oleh dua regu
Tiap regu berjumlah 12 orang
Regu yang jaga disebut partai lapangan
Regu yang memainkan disebut partai memukul.
Lama permainan 2 x 30 menit, istirahat 10 menit.
Nilai
a. seorang pemukul yang baik pukulannya, kemudian lari ke tiang bebas lalu kembali ke ruang bebas, atas pukulannya sendiri, nilainya dua dan disebut run
b. bila hal tersebut terjadi setelah teman lainnya memukul, ia mendapat nilai satu
c. parta lapangan mendapat nilai satu, bila dapat menangkap bola pukulan lawan sebelum menyentuh tanah.
Bola mati
Bola dianggap mati, apabila:
a. setelah pukulan betul
b. setelah pukulan tidak kena dan partai lapangan memainkan bola.
Pergantian tidak bebas terjadi, apabila:
a. seorang pelari kena lemparan
b. partai lapangan yang waktu itu berada di luar garis batas harus segera masuk lapangan, kemudian mencari tempat perlindungan.
Pergantian bebas terjadi, apabila:
a. sudah tiga kali tangkap bola
b. pembebas telah memukul tiga kali secara salah atau tidak kena
c. ruang bebas dibakar
d. seorang pelari keluar lapangan
e. seorang pemain partai pemukul keluar dari ruang bebas tidak untuk memukul
f. kayu pemukul terlepas
g. partai pemukul merugikan lawan dengan cara:
- sengaja menyepak bola
- mendesak pemain partai lapangan
- memegang bola dimana saja
- menonjolkan kepala ke arah si pelempar.
Pengertian karya tulis ilmiah
Karya tulis ilmiah adalah karya tulis yang ditulis berdasarkan penelitian. Karya ilmiah yang lengkap biasanya terbagi menjadi tiga besar, yakni (1) bagian pelengkap pendahuluan, (2) bagian isi atau pembahasan, dan (3) bagian pelengkap penutup.
Bagian pelengkap pendahuluan terdiri atas halaman judul, halaman motto, halaman pengesahan, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, arti lambang dan singkatan, dan abstrak.
Bagian isi atau pembahasan terdiri atas bab pendahuluan yang meliputi: (1) latar belakang, (2) perumusan masalah, (3) ruang lingkup masalah, (4) tujuan penulisan, (5) metode penelitian, dan (6) sistematika penulisan; bab pembahasan; dan bab kesimpulan dan saran.
Bagian pelengkap penutup antara lain, daftar pustaka dan lampiran.
Kata pengantar, berfungsi sebagai surat pengantar kepada pembaca yang isinya berbagai hal mengenai karya tulis tersebut.
Daftar isi, merupakan gambaran isi secara singkat. Judul-judul bab ditulis dengan huruf kapital, judul-judul subbab ditulis dengan huruf kecil kecuali huruf awal dari kata-kata yang penting.
Abstrak, berisi garis besar dari karya tulis. Isinya lebih singkat daripada kesimpulan.
Bab pendahuluan/isi, merupakan tubuh karangan yang mempunyai bagian yang sangat esensial. Dalam bagian ini terdapat semua masalah yang dijabarkan secara sistematis. Artinya dalam penyusunan harus beraturan dan konsisten. Pembagian bab ke subbab harus sesuai dengan tingkatan-tingkatan yang sederajat.
Kesimpulan dan saran, merupakan inti dari uraian yang telah dijelaskan dalam tubuh. Kesimpulan harus dirumuskan secara jelas dan tegas. Begitu pula dengan saran, kepada siapa saran ditujukan, dan kemungkinan adanya perbaikan.
Daftar pustaka, merupakan daftar buku atau artikel yang menunjang hasil pengamatan penulis. Daftar pustaka biasanya memuat nama pengarang (dibalik), tahun terbitan, judul buku (digarisbawahi atau dicetak miring), tempat penerbit, penerbit.
Lampiran disusun setelah daftar pustaka. Lampiran dapat berupa struktur organisasi, peta kelurahan, dan lain-lain.
Bagian pelengkap pendahuluan terdiri atas halaman judul, halaman motto, halaman pengesahan, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, arti lambang dan singkatan, dan abstrak.
Bagian isi atau pembahasan terdiri atas bab pendahuluan yang meliputi: (1) latar belakang, (2) perumusan masalah, (3) ruang lingkup masalah, (4) tujuan penulisan, (5) metode penelitian, dan (6) sistematika penulisan; bab pembahasan; dan bab kesimpulan dan saran.
Bagian pelengkap penutup antara lain, daftar pustaka dan lampiran.
Kata pengantar, berfungsi sebagai surat pengantar kepada pembaca yang isinya berbagai hal mengenai karya tulis tersebut.
Daftar isi, merupakan gambaran isi secara singkat. Judul-judul bab ditulis dengan huruf kapital, judul-judul subbab ditulis dengan huruf kecil kecuali huruf awal dari kata-kata yang penting.
Abstrak, berisi garis besar dari karya tulis. Isinya lebih singkat daripada kesimpulan.
Bab pendahuluan/isi, merupakan tubuh karangan yang mempunyai bagian yang sangat esensial. Dalam bagian ini terdapat semua masalah yang dijabarkan secara sistematis. Artinya dalam penyusunan harus beraturan dan konsisten. Pembagian bab ke subbab harus sesuai dengan tingkatan-tingkatan yang sederajat.
Kesimpulan dan saran, merupakan inti dari uraian yang telah dijelaskan dalam tubuh. Kesimpulan harus dirumuskan secara jelas dan tegas. Begitu pula dengan saran, kepada siapa saran ditujukan, dan kemungkinan adanya perbaikan.
Daftar pustaka, merupakan daftar buku atau artikel yang menunjang hasil pengamatan penulis. Daftar pustaka biasanya memuat nama pengarang (dibalik), tahun terbitan, judul buku (digarisbawahi atau dicetak miring), tempat penerbit, penerbit.
Lampiran disusun setelah daftar pustaka. Lampiran dapat berupa struktur organisasi, peta kelurahan, dan lain-lain.
Objek seni rupa, Tema seni rupa dan Makna simbolis seni rupa
Hal yang diwujudkan menjadi karya seni disebut objek karya seni. Sehingga, objek seni rupa pun bermacam-macam. Beragamnya budaya tiap masyarakat akan memberi pengaruh pada gaya penyajian seni rupa. Perbedaan alam tempat tinggal juga mempengaruhi perbedaan karya seni. Bagi masyarakat di pedalaman, hutan, persawahan, gunung, hewan dan tumbuhan serta peralatan yang digunakan di sana merupakan objek yang lazim ditemui. Sedangkan bagi masyarakat yang tinggal di pesisir, objek yang lebih banyak ditemui misalnya laut, tumbuhan pantai, berbagai hewan laut, dan kegiatan manusia di laut dan di pantai.
Tema di sini maksudnya adalah apa yang hendak diceritakan oleh karya seni rupa tersebut. Tema tergantung pada hal apa yang menarik minat perupa untuk kemudian diciptakan menjadi karya seni. Secara tematik, ragam karya seni rupa dapat diwujudkan berdasarkan tema-tema sebagai berikut.
a. Manusia dan dirinya sendiri
b. Hubungan manusia dengan manusia lain
c. Manusia dengan alam sekitarnya
d. Manusia dan kegiatannya
e. Manusia dengan alam benda
f. Manusia dengan alam khayal (supranatural).
Makna simbolis karya seni rupa tampak jelas dalam benda yang berhubungan dengan religi atau keagamaan dan adat. Berbagai arca dan pahatan relief peninggalan jaman kerajaan Hindu-Budha merupakan simbol dari berbagai hal dalam kebudayaan Hindu-Budha. Contohnya: lingga dan yoni menjadi lambang pria dan wanita serta lambang kesuburan; arca dewa kuwara menjadi lambang kekayaan; dan lain sebagainya.
Tiap warna juga melambangkan sesuatu hal dan memberi kesan berbeda.
Contoh:
Merah: berani, bahaya, semangat, marah, jahat, dinamis
Biru: tenang, sejuk, hening, haru, sayu
Kuning: riang, terang, hangat, agung
Hitam: kematian, dramatis, gelap, sedih, kesungguhan
Putih: kebenaran, suci, murni, terang
Ungu: kebangsawanan, kekayaan
Hijau: harapan, muda, tumbuh.
Tema di sini maksudnya adalah apa yang hendak diceritakan oleh karya seni rupa tersebut. Tema tergantung pada hal apa yang menarik minat perupa untuk kemudian diciptakan menjadi karya seni. Secara tematik, ragam karya seni rupa dapat diwujudkan berdasarkan tema-tema sebagai berikut.
a. Manusia dan dirinya sendiri
b. Hubungan manusia dengan manusia lain
c. Manusia dengan alam sekitarnya
d. Manusia dan kegiatannya
e. Manusia dengan alam benda
f. Manusia dengan alam khayal (supranatural).
Makna simbolis karya seni rupa tampak jelas dalam benda yang berhubungan dengan religi atau keagamaan dan adat. Berbagai arca dan pahatan relief peninggalan jaman kerajaan Hindu-Budha merupakan simbol dari berbagai hal dalam kebudayaan Hindu-Budha. Contohnya: lingga dan yoni menjadi lambang pria dan wanita serta lambang kesuburan; arca dewa kuwara menjadi lambang kekayaan; dan lain sebagainya.
Tiap warna juga melambangkan sesuatu hal dan memberi kesan berbeda.
Contoh:
Merah: berani, bahaya, semangat, marah, jahat, dinamis
Biru: tenang, sejuk, hening, haru, sayu
Kuning: riang, terang, hangat, agung
Hitam: kematian, dramatis, gelap, sedih, kesungguhan
Putih: kebenaran, suci, murni, terang
Ungu: kebangsawanan, kekayaan
Hijau: harapan, muda, tumbuh.
Pengertian karya seni rupa terapan
Karya seni rupa terapan merupakan karya seni rupa yang mengutamakan fungsi pakainya dan juga dinikmati mutu seninya. Seni rupa terapan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu seni kriya atau kerajinan tangan seperti ukiran, anyaman, keramik, topeng, serta batik, dan desain seperti ragam hias, produk, interior, eksterior.
Unsur-unsur yang ada dalam seni rupa antara lain sebagai berikut:
1) Titik, merupakan unsur seni rupa yang paling sederhana. Unsur titik akan tampak berarti pada karya seni rupa apabila jumlahnya cukup banyak atau ukurannya diperbesar.
2) Garis, merupakan unsur seni rupa yang terbuat dari rangkaian titik yang terjalin memanjang menjadi satu. Ada empat macam garis yaitu garis lurus, garis lengkung, garis patah-patah, dan garis spiral atau pilin.
3) Bidang, merupakan unsur seni rupa yang terjadi karena pertemuan dari beberapa garis. Bidang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu bidang geometris dan nongeometris.
4) Bentuk, adalah unsur seni rupa yang terbentuk karena ruang atau volume. Macam-macam bentuk dalam seni rupa adalah bentuk kubistik, silindris, bola, limas, prisma, kerucut, nongeometris.
5) Warna, merupakan unsur seni rupa yang terbuat dari pigmen atau zat warna. Warna dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu kelompok warna primer, sekunder, dan tertier.
6) Tekstur, merupakan nilai permukaan suatu benda (halus atau kasar). Secara visual, tekstur dapat dibedakan menjadi dua, yaitu tekstur nyata dan tekstur semu.
7) Gelap-terang, merupakan keadaan suatu bidang yang dibedakan dengan warna tua untuk gelap, dan warna muda untuk terang. Gelap terang disebabkan oleh perbedaan warna atau karena pengaruh cahaya.
Unsur-unsur yang ada dalam seni rupa antara lain sebagai berikut:
1) Titik, merupakan unsur seni rupa yang paling sederhana. Unsur titik akan tampak berarti pada karya seni rupa apabila jumlahnya cukup banyak atau ukurannya diperbesar.
2) Garis, merupakan unsur seni rupa yang terbuat dari rangkaian titik yang terjalin memanjang menjadi satu. Ada empat macam garis yaitu garis lurus, garis lengkung, garis patah-patah, dan garis spiral atau pilin.
3) Bidang, merupakan unsur seni rupa yang terjadi karena pertemuan dari beberapa garis. Bidang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu bidang geometris dan nongeometris.
4) Bentuk, adalah unsur seni rupa yang terbentuk karena ruang atau volume. Macam-macam bentuk dalam seni rupa adalah bentuk kubistik, silindris, bola, limas, prisma, kerucut, nongeometris.
5) Warna, merupakan unsur seni rupa yang terbuat dari pigmen atau zat warna. Warna dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu kelompok warna primer, sekunder, dan tertier.
6) Tekstur, merupakan nilai permukaan suatu benda (halus atau kasar). Secara visual, tekstur dapat dibedakan menjadi dua, yaitu tekstur nyata dan tekstur semu.
7) Gelap-terang, merupakan keadaan suatu bidang yang dibedakan dengan warna tua untuk gelap, dan warna muda untuk terang. Gelap terang disebabkan oleh perbedaan warna atau karena pengaruh cahaya.
Karya seni kriya tekstil
Kain terkait erat dengan tekstil, baju juga dari kain. Berbicara tentang kain akan terkait dengan tekstil. Tekstil adalah barang-barang yang dihasilkan dari proses menenun antara lain kain, pakaian, perlengkapan rumah tangga, dan sebagainya.
Di sekitar kita banyak karya seni kriya atau terapan yang kita jumpai. Benda terapan tersebut tidak hanya sebagai hiasan saja tetapi juga berfungsi dalam kehidupan manusia. Sebagai contoh desainer baju merancang pakaian untuk bintang film. Produk atau hasil tersebut sudah merupakan karya terapan yang berhubungan dengan dunia tekstil.
Produk atau hasil rancangan desainer tadi dalam bentuk baju atau pakaian yang apabila diproduksi secara besar-besaran, dipakai orang banyak masih tetap sebagai karya seni terapan.
Memang sebagian perajin atau seniman yang menyatakan bahwa karya seni kriya tekstil tidak dapat digolongkan pada karya seni karena kualitas serta nilai kandungan seninya rendah. Tetapi hal ini kurang benar karena kita perlu memahami bahwa karya seni rupa telah dikelompokkan dalam tiga kelompok seni rupa tersebut terletak pengguna dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Karya seni kriya tekstil merupakan salah satu kekayaan yang menjadi kebanggaan bangsa. Hal ini apabila ditingkatkan mutunya akan menjadi tambahan penghasilan bagi para pengrajinnya.
Jenis karya seni kriya tekstil dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1) Desain tekstil. Kelompok ini terdiri dari segala bentuk rancangan yang menggunakan bahan tekstil. Bentuknya bisa rancangan pakaian, motif, sampai barang rumah tangga dan aksesoris.
2) Tema tradisional. Kelompok ini karya tekstil yang bernuansa atau karakter tradisi seperti pakaian adat, pengantin, tari, dan sebagainya.
3) Batik. Kelompok ini seni karya yang dihasilkan dengan proses membatik. Bentuknya bermacam-macam dari berbagai daerah.
4) Busana dan aksesoris. Kelompok ini karya-karya yang digunakan sebagai busana dan aksesoris tubuh, proses pembuatan dengan keterampilan tangan tidak dengan proses industri.
5) Perlengkapan rumah tangga dan hiasan ruangan. Kelompok ini adalah keperluan rumah tangga serta hewan marga. Seperti: gorden, taplak meja, celemek, serbet, dan sebagainya.
Di sekitar kita banyak karya seni kriya atau terapan yang kita jumpai. Benda terapan tersebut tidak hanya sebagai hiasan saja tetapi juga berfungsi dalam kehidupan manusia. Sebagai contoh desainer baju merancang pakaian untuk bintang film. Produk atau hasil tersebut sudah merupakan karya terapan yang berhubungan dengan dunia tekstil.
Produk atau hasil rancangan desainer tadi dalam bentuk baju atau pakaian yang apabila diproduksi secara besar-besaran, dipakai orang banyak masih tetap sebagai karya seni terapan.
Memang sebagian perajin atau seniman yang menyatakan bahwa karya seni kriya tekstil tidak dapat digolongkan pada karya seni karena kualitas serta nilai kandungan seninya rendah. Tetapi hal ini kurang benar karena kita perlu memahami bahwa karya seni rupa telah dikelompokkan dalam tiga kelompok seni rupa tersebut terletak pengguna dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Karya seni kriya tekstil merupakan salah satu kekayaan yang menjadi kebanggaan bangsa. Hal ini apabila ditingkatkan mutunya akan menjadi tambahan penghasilan bagi para pengrajinnya.
Jenis karya seni kriya tekstil dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1) Desain tekstil. Kelompok ini terdiri dari segala bentuk rancangan yang menggunakan bahan tekstil. Bentuknya bisa rancangan pakaian, motif, sampai barang rumah tangga dan aksesoris.
2) Tema tradisional. Kelompok ini karya tekstil yang bernuansa atau karakter tradisi seperti pakaian adat, pengantin, tari, dan sebagainya.
3) Batik. Kelompok ini seni karya yang dihasilkan dengan proses membatik. Bentuknya bermacam-macam dari berbagai daerah.
4) Busana dan aksesoris. Kelompok ini karya-karya yang digunakan sebagai busana dan aksesoris tubuh, proses pembuatan dengan keterampilan tangan tidak dengan proses industri.
5) Perlengkapan rumah tangga dan hiasan ruangan. Kelompok ini adalah keperluan rumah tangga serta hewan marga. Seperti: gorden, taplak meja, celemek, serbet, dan sebagainya.
Pengertian karangan fiksi dan karangan nonfiksi
Karangan fiksi yaitu karangan yang berisi kisahan atau cerita yang dibuat berdasarkan khayalan atau imajinasi pengarang. Fiksi atau cerita rekaan biasanya berbentuk roman, novel, dan cerita pendek (cerpen). Fiksi ilmiah atau fiksi ilmu pengetahuan adalah fiksi yang ditulis berdasarkan ilmu pengetahuan, teori, atau spekulasi ilmiah.
Karangan fiksi berusaha menghidupkan perasaan atau menggugah emosi pembacanya. Itulah sebabnya, tulisan ini lebih dipengaruhi oleh subjektivitas pengarangnya.
Bahasa tulisan fiksi selain bermakna denotatif juga konotatif, dan asosiatif yaitu makna tidak sebenarnya. Selain itu, juga bermakna ekspresif yaitu membayangkan suasana pribadi pengarang. Bahasa tulisan fiksi juga sugestif yaitu bersifat mempengaruhi pembaca dan plastis, yaitu bersifat indah untuk menggugah perasaan membaca.
Karangan nonfiksi yaitu karangan yang dibuat berdasarkan fakta, realita, atau hal-hal yang benar-benar dan terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Tulisan nonfiksi biasanya berbentuk tulisan ilmiah, ilmiah populer, laporan, artikel, feature, skripsi, tesis, disertasi, makalah, dan sebagainya.
Karangan nonfiksi berusaha mencapai taraf objektivitas yang tinggi, berusaha menarik dan menggugah nalar atau pikiran pembaca.
Bahasa karangan nonfiksi bersifat denotatif dan menunjuk pada pengertian yang sudah terbatas sehingga tidak bermakna ganda.
Karangan fiksi berusaha menghidupkan perasaan atau menggugah emosi pembacanya. Itulah sebabnya, tulisan ini lebih dipengaruhi oleh subjektivitas pengarangnya.
Bahasa tulisan fiksi selain bermakna denotatif juga konotatif, dan asosiatif yaitu makna tidak sebenarnya. Selain itu, juga bermakna ekspresif yaitu membayangkan suasana pribadi pengarang. Bahasa tulisan fiksi juga sugestif yaitu bersifat mempengaruhi pembaca dan plastis, yaitu bersifat indah untuk menggugah perasaan membaca.
Karangan nonfiksi yaitu karangan yang dibuat berdasarkan fakta, realita, atau hal-hal yang benar-benar dan terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Tulisan nonfiksi biasanya berbentuk tulisan ilmiah, ilmiah populer, laporan, artikel, feature, skripsi, tesis, disertasi, makalah, dan sebagainya.
Karangan nonfiksi berusaha mencapai taraf objektivitas yang tinggi, berusaha menarik dan menggugah nalar atau pikiran pembaca.
Bahasa karangan nonfiksi bersifat denotatif dan menunjuk pada pengertian yang sudah terbatas sehingga tidak bermakna ganda.
Pengertian karangan eksposisi
Karangan eksposisi tidak lain merupakan karangan yang bersifat menjelaskan. Jika anda bertanya kepada seseorang tentang arah jalan, jika anda mengangkat tangan dalam kelas untuk meminta keterangan dari guru, atau jika anda mencari definisi yang tepat tentang sebuah kata dalam kamus, semua itu menandakan bahwa anda meminta suatu eksposisi atau penjelasan. Artikel dalam majalah, laporan surat kabar, buku teks, buku tentang masakan, dan semua yang menjawab pertanyaan ini, sekali lagi semua itu merupakan eksposisi.
Deskripsi berusaha menghasilkan dan memproduksi dunia ini menjadi kelihatan terasa, berbunyi.
Narasi berusaha menjawab “apa-apa yang telah terjadi.”
Argumentasi berusaha meyakinkan kita tentang kebenaran sesuatu, membujuk kita untuk mengubah pikiran kita atau untuk bertindak dengan cara tertentu.
Eksposisi berusaha menjelaskan dan menerangkan.
Maksud eksposisi adalah pengertian. Eksposisi ingin memberikan tambahan pengetahuan dan pengertian.
Untuk mencapai tujuan eksposisi tersebut, ikutilah beberapa pola eksposisi, yaitu;
1. definisi
2. klasifikasi dari pengelompokan
3. ilustrasi
4. pembandingan dan penentangan
5. sebab dan analisis fungsional.
Contoh:
Kalau kulit anda tampak jelas bersinar atau terasa licin ketika berkeringat, mungkin anda memiliki kulit berminyak. Kulit berminyak disebabkan oleh kelebihan aktivitas kelenjar sebum. Kulit seperti ini lebih rentan daripada kulit yang kering. Sebaliknya kerutan lebih sedikit dan anda tampak lebih muda dibandingkan dengan orang sebaya anda yang berkulit kering.
Deskripsi berusaha menghasilkan dan memproduksi dunia ini menjadi kelihatan terasa, berbunyi.
Narasi berusaha menjawab “apa-apa yang telah terjadi.”
Argumentasi berusaha meyakinkan kita tentang kebenaran sesuatu, membujuk kita untuk mengubah pikiran kita atau untuk bertindak dengan cara tertentu.
Eksposisi berusaha menjelaskan dan menerangkan.
Maksud eksposisi adalah pengertian. Eksposisi ingin memberikan tambahan pengetahuan dan pengertian.
Untuk mencapai tujuan eksposisi tersebut, ikutilah beberapa pola eksposisi, yaitu;
1. definisi
2. klasifikasi dari pengelompokan
3. ilustrasi
4. pembandingan dan penentangan
5. sebab dan analisis fungsional.
Contoh:
Kalau kulit anda tampak jelas bersinar atau terasa licin ketika berkeringat, mungkin anda memiliki kulit berminyak. Kulit berminyak disebabkan oleh kelebihan aktivitas kelenjar sebum. Kulit seperti ini lebih rentan daripada kulit yang kering. Sebaliknya kerutan lebih sedikit dan anda tampak lebih muda dibandingkan dengan orang sebaya anda yang berkulit kering.
Pengertian karangan deskripsi
Karangan deskripsi adalah salah satu jenis karangan yang bertujuan untuk menggambarkan objek sedemikian rupa sehingga seolah-olah pembaca melihat sendiri objek tersebut. Karangan deskripsi objektif adalah salah satu jenis karangan deskripsi yang dalam pengembangan objeknya tidak disertai opini penulis. Sedangkan karangan deskripsi subjektif merupakan kebalikan dari deskripsi objektif, yaitu penggambaran objeknya disertai dengan opini penulis.
Contoh:
1. Deskripsi objektif
Sekolah itu, berada di sebelah selatan jalan, berpagar hijau setinggi kurang lebih 1 M. Di sebelah kanannya ada gedung yang sudah tidak dipakai. Pagar di sebelah dalam dipenuhi bunga-bunga yang ditanam dalam pot-pot besar. Tepat di atas pintu gerbang ada tulisan besar-besar “SMU Negeri 2”.
2. Deskripsi subjektif
Jika diumpamakan sebagai istana, SMU Negeri 2 seperti istana presiden Amerika, tampak luas dan megah. Kiasan tersebut sepintas memang kedengarannya sangat berlebihan. Namun, itu sesungguhnya kata yang paling tepat untuk menggambarkan keadaan gedung SMU Negeri 2 tampak dari depan. Pagar setinggi 1 M dihiasi bunga-bunga dengan tatanan yang rapi menambah kemegahannya.
Contoh:
1. Deskripsi objektif
Sekolah itu, berada di sebelah selatan jalan, berpagar hijau setinggi kurang lebih 1 M. Di sebelah kanannya ada gedung yang sudah tidak dipakai. Pagar di sebelah dalam dipenuhi bunga-bunga yang ditanam dalam pot-pot besar. Tepat di atas pintu gerbang ada tulisan besar-besar “SMU Negeri 2”.
2. Deskripsi subjektif
Jika diumpamakan sebagai istana, SMU Negeri 2 seperti istana presiden Amerika, tampak luas dan megah. Kiasan tersebut sepintas memang kedengarannya sangat berlebihan. Namun, itu sesungguhnya kata yang paling tepat untuk menggambarkan keadaan gedung SMU Negeri 2 tampak dari depan. Pagar setinggi 1 M dihiasi bunga-bunga dengan tatanan yang rapi menambah kemegahannya.
Perusahaan jasa, jurnal umum, bukti transaksi, buku besar, saldo, akun
Karakteristik suatu perusahaan yang menunjukkan kegiatan utama perusahaan jasa adalah...
a. mengolah barang-barang galian (tambang)
b. mengolah barang mentah menjadi barang jadi
c. memperjualbelikan barang tanpa mengubah bentuk
d. menjual produk tidak berwujud kepada masyarakat
e. memproduksi barang setengah jadi menjadi barang jadi.
Suatu jurnal yang digunakan untuk mencatat bukti transaksi selama satu periode akuntansi adalah...
a. jurnal umum
b. buku besar
c. jurnal koreksi
d. jurnal pembalik
e. jurnal penyesuaian.
Perusahaan Cempaka membayar utang kepada perusahaan Kenanga setelah sebelumnya menerima bukti transaksi berupa...
a. kuitansi
b. memo
c. faktur
d. nota
e. cek.
Pencatatan atas pembayaran kepada seorang kreditor dengan cara...
a. mendebit akun kas dan mengkredit akun utang usaha
b. mendebit akun utang usaha dan mengkredit akun kas
c. mendebit akun piutang usaha dan mengkredit akun kas
d. mendebit akun kas dan mengkredit akun piutang usaha
e. mendebit akun utang usaha dan mengkredit akun modal.
Salah satu akun yang bersaldo normal debit dalam buku besar adalah...
a. gaji yang masih terutang
b. pendapatan di luar usaha
c. pendapatan dibayar di muka
d. beban penyusutan peralatan
e. akumulasi penyusutan peralatan.
a. mengolah barang-barang galian (tambang)
b. mengolah barang mentah menjadi barang jadi
c. memperjualbelikan barang tanpa mengubah bentuk
d. menjual produk tidak berwujud kepada masyarakat
e. memproduksi barang setengah jadi menjadi barang jadi.
Suatu jurnal yang digunakan untuk mencatat bukti transaksi selama satu periode akuntansi adalah...
a. jurnal umum
b. buku besar
c. jurnal koreksi
d. jurnal pembalik
e. jurnal penyesuaian.
Perusahaan Cempaka membayar utang kepada perusahaan Kenanga setelah sebelumnya menerima bukti transaksi berupa...
a. kuitansi
b. memo
c. faktur
d. nota
e. cek.
Pencatatan atas pembayaran kepada seorang kreditor dengan cara...
a. mendebit akun kas dan mengkredit akun utang usaha
b. mendebit akun utang usaha dan mengkredit akun kas
c. mendebit akun piutang usaha dan mengkredit akun kas
d. mendebit akun kas dan mengkredit akun piutang usaha
e. mendebit akun utang usaha dan mengkredit akun modal.
Salah satu akun yang bersaldo normal debit dalam buku besar adalah...
a. gaji yang masih terutang
b. pendapatan di luar usaha
c. pendapatan dibayar di muka
d. beban penyusutan peralatan
e. akumulasi penyusutan peralatan.
Kapak genggam, kapak perimbas, alat serpih, zaman batu, zaman logam
Kapak genggam, kapak perimbas, dan alat serpih adalah jenis alat yang dipergunakan pada zaman batu madya.
Kyokken moddinger dan abris sous roche ada pada zaman batu madya.
Jenis kapak persegi dan lonjong digunakan pada zaman batu muda.
Teknik cetak a cire perdue dan bivalve pernah digunakan oleh manusia zaman perunggu.
Contoh benda peninggalan zaman logam dengan teknik bivalve antara lain nekara.
Moko dan kapak corong adalah hasil kebudayaan manusia zaman perunggu.
Perlengkapan untuk upacara arwah manusia pada zaman megalitikum antara lain waruga.
Aneka bentuk binatang dan manusia yang terbuat dari perunggu adalah berupa arca.
Mata bajak atau mata panah dihasilkan oleh manusia pada zaman besi.
Hasil kebudayaan dan peralatan hidup dari batu yang masih kasar seperti yang ditemukan di Pacitan adalah pada masa kehidupan Pithecanthropus.
Kyokken moddinger dan abris sous roche ada pada zaman batu madya.
Jenis kapak persegi dan lonjong digunakan pada zaman batu muda.
Teknik cetak a cire perdue dan bivalve pernah digunakan oleh manusia zaman perunggu.
Contoh benda peninggalan zaman logam dengan teknik bivalve antara lain nekara.
Moko dan kapak corong adalah hasil kebudayaan manusia zaman perunggu.
Perlengkapan untuk upacara arwah manusia pada zaman megalitikum antara lain waruga.
Aneka bentuk binatang dan manusia yang terbuat dari perunggu adalah berupa arca.
Mata bajak atau mata panah dihasilkan oleh manusia pada zaman besi.
Hasil kebudayaan dan peralatan hidup dari batu yang masih kasar seperti yang ditemukan di Pacitan adalah pada masa kehidupan Pithecanthropus.
Kalimat penutup sambutan, Kalimat sapaan, Frasa nominal, inti frasa
Kalimat penutup sambutan yang tepat yaitu...
a. Berhubung waktunya mepet, pidato ini diakhiri saja, ya!
b. Rasanya, pidato saya tidak perlu berpanjang-panjang
c. Sekian dulu pidato saya. Saya harap Saudara mencerna pidato saya dengan baik
d. Sebelum pidato ini saya akhiri, mohon dimaafkan kalau ada kata-kata yang kurang berkenan
e. Rasanya, materi pidato sudah habis, makanya akan segera saya akhiri biar Anda tidak bosan.
Kalimat sapaan yang tepat digunakan dalam sambutan yaitu...
a. Bapak, Ibu, dan Saudara yang terhormat
b. Para Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang berbahagia
c. Para hadirin yang termuliakan dan terbanggakan
d. Saudara-saudara dan para hadirin yang kami hormati
e. Saudara-saudara dan para undangan yang berbahagia.
Frasa nominal yang inti frasanya berupa kata benda yaitu...
a. berjalan cepat
b. akan berangkat
c. kelas berat
d. rumah besar
e. merdu sekali.
“Ia mendapat julukan si Kancil di sekolahnya.”
Frasa yang bercetak miring sepola dengan...
a. Ketertiban menciptakan hidup yang aman sejahtera
b. Kau dan aku akan ikut dalam tour perjalanan kali ini
c. Dodi mendapat bantuan semen sebanyak tiga belas sak
d. Banyak kemudahan akan kita peroleh jika taat pada aturan
e. Ayah sedang membaca Tempo terbaru.
a. Berhubung waktunya mepet, pidato ini diakhiri saja, ya!
b. Rasanya, pidato saya tidak perlu berpanjang-panjang
c. Sekian dulu pidato saya. Saya harap Saudara mencerna pidato saya dengan baik
d. Sebelum pidato ini saya akhiri, mohon dimaafkan kalau ada kata-kata yang kurang berkenan
e. Rasanya, materi pidato sudah habis, makanya akan segera saya akhiri biar Anda tidak bosan.
Kalimat sapaan yang tepat digunakan dalam sambutan yaitu...
a. Bapak, Ibu, dan Saudara yang terhormat
b. Para Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang berbahagia
c. Para hadirin yang termuliakan dan terbanggakan
d. Saudara-saudara dan para hadirin yang kami hormati
e. Saudara-saudara dan para undangan yang berbahagia.
Frasa nominal yang inti frasanya berupa kata benda yaitu...
a. berjalan cepat
b. akan berangkat
c. kelas berat
d. rumah besar
e. merdu sekali.
“Ia mendapat julukan si Kancil di sekolahnya.”
Frasa yang bercetak miring sepola dengan...
a. Ketertiban menciptakan hidup yang aman sejahtera
b. Kau dan aku akan ikut dalam tour perjalanan kali ini
c. Dodi mendapat bantuan semen sebanyak tiga belas sak
d. Banyak kemudahan akan kita peroleh jika taat pada aturan
e. Ayah sedang membaca Tempo terbaru.
Pengertian kalimat majemuk setara dan bertingkat
Kalimat majemuk setara adalah kalimat majemuk yang klausa-klausa anggotanya memiliki hubungan setara (sederajat). Hubungan kesetaraan itu dapat berupa hubungan penambahan, hubungan perlawanan, dan hubungan pemilikan.
Contoh:
Departemen Keuangan dan Departemen Administrasi di perusahaan itu sudah tidak disatukan lagi, tetapi keduanya akan lebih disinkronisasi.
Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat majemuk yang hubungan antara klausa-klausanya bertingkat. Salah satu klausa menjadi bagian dari klausa yang lain atau menduduki fungsi tertentu bagi klausa lain. Klausa yang lebih tinggi kedudukannya disebut klausa induk (induk kalimat atau klausa utama), sedangkan klausa yang lebih rendah kedudukannya karena hanya menduduki fungsi tertentu bagi klausa induk maka disebut sebagai klausa bawahan (anak kalimat).
Contoh:
Kita sudah siapkan di Biro Umum Departemen Pertahanan untuk mengkaji ulang UU Pertahanan agar sesuai dengan pasal 30 UUD 1945 di mana masalah pertahanan dan keamanan itu saling terkait.
Catatan: kalimat majemuk bertingkat bisa berupa hubungan perbandingan, hubungan tujuan, hubungan waktu, hubungan penjelasan, hubungan syarat, dan sebagainya.
Contoh:
Departemen Keuangan dan Departemen Administrasi di perusahaan itu sudah tidak disatukan lagi, tetapi keduanya akan lebih disinkronisasi.
Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat majemuk yang hubungan antara klausa-klausanya bertingkat. Salah satu klausa menjadi bagian dari klausa yang lain atau menduduki fungsi tertentu bagi klausa lain. Klausa yang lebih tinggi kedudukannya disebut klausa induk (induk kalimat atau klausa utama), sedangkan klausa yang lebih rendah kedudukannya karena hanya menduduki fungsi tertentu bagi klausa induk maka disebut sebagai klausa bawahan (anak kalimat).
Contoh:
Kita sudah siapkan di Biro Umum Departemen Pertahanan untuk mengkaji ulang UU Pertahanan agar sesuai dengan pasal 30 UUD 1945 di mana masalah pertahanan dan keamanan itu saling terkait.
Catatan: kalimat majemuk bertingkat bisa berupa hubungan perbandingan, hubungan tujuan, hubungan waktu, hubungan penjelasan, hubungan syarat, dan sebagainya.
Pengertian kalimat langsung dan kalimat tidak langsung
Kalimat langsung adalah kalimat yang mengulang kembali ujaran atau ucapan orang lain atau sumber lain. Sebaliknya, kalimat tidak langsung adalah kalimat yang tidak menirukan atau mengulang apa yang telah diucapkan oleh orang lain atau sumber lain itu.
Misalnya:
a. Dia berkata, “aku tidak sudi menemuimu lagi.” (kalimat langsung)
b. Dia mengatakan bahwa dia tidak sudi menemuimu lagi. (kalimat tidak langsung)
Perbedaan antara kedua kalimat di atas tampak pada cara penulisannya. Kalimat langsung diapit oleh dua tanda petik, sedangkan kalimat tidak langsung tidak diapit oleh tanda petik.
Tag:
Kalimat langsung, kalimat tidak langsung
Misalnya:
a. Dia berkata, “aku tidak sudi menemuimu lagi.” (kalimat langsung)
b. Dia mengatakan bahwa dia tidak sudi menemuimu lagi. (kalimat tidak langsung)
Perbedaan antara kedua kalimat di atas tampak pada cara penulisannya. Kalimat langsung diapit oleh dua tanda petik, sedangkan kalimat tidak langsung tidak diapit oleh tanda petik.
Tag:
Kalimat langsung, kalimat tidak langsung
Pengertian kalimat inti dan kalimat transformasi
Kalimat inti adalah kalimat yang terdiri atas inti S-P atau pada kalimat aktif transitif terdiri atas inti S-P-O, sedangkan kalimat inti yang sudah menjalani perubahan disebut dengan kalimat transformasi.
Ciri-ciri kalimat inti:
- terdiri atas inti fungsi S-P atau S-P-O
- intonasi netral
- susunan normal
- bentuknya positif.
Ciri-ciri kalimat transformasi:
- jika terjadi penambahan atau pengurangan fungsi kalimat
- terjadi perubahan intonasi
- terjadi perubahan susunan (diinversikan)
- terjadi penegatifan
- terjadi perubahan fungsi kalimat.
Tag:
Kalimat inti, kalimat transformasi
Ciri-ciri kalimat inti:
- terdiri atas inti fungsi S-P atau S-P-O
- intonasi netral
- susunan normal
- bentuknya positif.
Ciri-ciri kalimat transformasi:
- jika terjadi penambahan atau pengurangan fungsi kalimat
- terjadi perubahan intonasi
- terjadi perubahan susunan (diinversikan)
- terjadi penegatifan
- terjadi perubahan fungsi kalimat.
Tag:
Kalimat inti, kalimat transformasi
Pengertian kalimat efektif
Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan, pikiran, dan perasaan dengan tepat ditinjau dari segi struktur, diksi dan logikanya. Dengan kata lain kalimat efektif selalu berterima secara tata bahasa dan makna. Ketidakefektifan suatu kalimat dapat disebabkan oleh karena berbagai hal, antara lain sebagai berikut:
1. kontaminasi
2. pleonasme
3. ambiguitas
4. tidak jelasnya unsur subjek
5. kemubaziran preposisi
6. kesalahan logika
7. ketidaktepatan bentuk kata
8. ketidaktepatan makna kata
9. pengaruh bahasa daerah
10. pengaruh bahasa asing
contoh kalimat tidak efektif:
- banyak anak-anak bermain sepakbola
- anak dari Pak Herman menjadi pengacara
- rumahnya Pak Rahmad sedang dibersihkan
contoh kalimat efektif:
- banyak anak bermain sepakbola
- anak Pak Herman menjadi pengacara
- rumah Pak Rahmad sedang dibersihkan.
1. kontaminasi
2. pleonasme
3. ambiguitas
4. tidak jelasnya unsur subjek
5. kemubaziran preposisi
6. kesalahan logika
7. ketidaktepatan bentuk kata
8. ketidaktepatan makna kata
9. pengaruh bahasa daerah
10. pengaruh bahasa asing
contoh kalimat tidak efektif:
- banyak anak-anak bermain sepakbola
- anak dari Pak Herman menjadi pengacara
- rumahnya Pak Rahmad sedang dibersihkan
contoh kalimat efektif:
- banyak anak bermain sepakbola
- anak Pak Herman menjadi pengacara
- rumah Pak Rahmad sedang dibersihkan.
Kamis, 16 Juni 2016
Kadar oksigen dan Kadar garam
Adapun oksigen bisa larut di dalam air, tetapi semakin ke dalam semakin sedikit oksigen yang dapat larut. Hewan yang dapat hidup di air menggunakan alat pernapasan yang berbentuk insang dan hewan yang dapat hidup di darat bernapas dengan menggunakan paru-paru. Contoh penyesuaian supaya mendapatkan oksigen adalah:
- Ikan paus. Ikan paus untuk mendapatkan oksigen dengan menggunakan paru-paru dan rongga hidung yang besar.
- Pohon bakau dan pandan. Tanaman tersebut untuk memperoleh oksigen dengan menggunakan akar tunjangnya, yaitu dengan bernapas.
- Tumbuhan air. Tumbuhan air dapat memperoleh oksigen dengan menggunakan rongga udara dalam batangnya, yaitu dengan bernapas. Misalnya bunga teratai dan padi.
Kadar garam
Kadar garam di dalam air tawar lebih rendah dibanding dengan kadar garam air laut, sebab air laut mempunyai kadar garam lebih tinggi. Hewan yang hidup di air laut sudah tidak bisa lagi pindah hidup di air tawar dan begitu sebaliknya hewan yang hidup di air tawar juga tak dapat pindah hidup di air laut.
Ikan yang biasa hidup di air laut dapat beradaptasi dengan kadar garam tinggi dan tidak bisa hidup di air dengan kadar garam rendah. Sedangkan ikan yang dapat beradaptasi dengan kadar garam tinggi bisa mengeluarkan kelebihan garamnya dari tabung lewat insang.
- Ikan paus. Ikan paus untuk mendapatkan oksigen dengan menggunakan paru-paru dan rongga hidung yang besar.
- Pohon bakau dan pandan. Tanaman tersebut untuk memperoleh oksigen dengan menggunakan akar tunjangnya, yaitu dengan bernapas.
- Tumbuhan air. Tumbuhan air dapat memperoleh oksigen dengan menggunakan rongga udara dalam batangnya, yaitu dengan bernapas. Misalnya bunga teratai dan padi.
Kadar garam
Kadar garam di dalam air tawar lebih rendah dibanding dengan kadar garam air laut, sebab air laut mempunyai kadar garam lebih tinggi. Hewan yang hidup di air laut sudah tidak bisa lagi pindah hidup di air tawar dan begitu sebaliknya hewan yang hidup di air tawar juga tak dapat pindah hidup di air laut.
Ikan yang biasa hidup di air laut dapat beradaptasi dengan kadar garam tinggi dan tidak bisa hidup di air dengan kadar garam rendah. Sedangkan ikan yang dapat beradaptasi dengan kadar garam tinggi bisa mengeluarkan kelebihan garamnya dari tabung lewat insang.
Jurnal penyesuaian perusahaan dagang
Untuk menyusun jurnal penyesuaian perusahaan dagang sama dengan penyusunan jurnal penyesuaian perusahaan jasa, hanya dalam perusahaan dagang masih terdapat jurnal penyesuaian untuk Persediaan Barang Dagangan, yang dapat disusun dengan dua macam metode, yaitu:
a. Metode atau pendekatan ikhtisar L/R
b. Metode atau pendekatan harga pokok penjualan.
Kertas kerja perusahaan dagang untuk akun Ikhtisar L/R dan akun Harga Pokok Penjualan
Salah satu dari jurnal penyesuaian adalah jurnal penyesuaian untuk persediaan barang dagangan. Untuk membuat jurnal penyesuaian dapat menggunakan dua metode, yaitu metode ikhtisar laba/rugi dan metode harga pokok penjualan, maka dalam pencatatannya dapat dikemukakan sebagai berikut:
Untuk akun ikhtisar laba/rugi
Jumlah akun ikhtisar laba/rugi pada kolom ayat penyesuaian harus dipindahkan ke kolom neraca saldo disesuaikan dan kolom laba/rugi sebelah debit (tersendiri) dan sebelah kredit (tersendiri) sesuai dengan jumlahnya masing-masing.
Untuk akun harga pokok penjualan
Jumlah akun harga pokok penjualan sebelah debit dan kredit pada kolom ayat penyesuaian, dicari selisihnya. Selisih (saldo) tersebut dipindahkan ko kolom neraca saldo disesuaikan dan kolom laba/rugi sebelah debit.
Perhitungan harga pokok penjualan
Harga pokok penjualan adalah harga pokok dari barang-barang yang telah laku dijual selama periode tertentu.
Dalam menghitung harga pokok penjualan harus diperhatikan unsur-unsurnya:
a. Persediaan barang dagangan awal (+)
b. Pembelian (+)
c. Beban angkut pembelian (+)
d. Retur pembelian dan pengurangan harga (-)
e. Potongan pembelian (-)
f. Persediaan barang dagangan akhir (-).
a. Metode atau pendekatan ikhtisar L/R
b. Metode atau pendekatan harga pokok penjualan.
Kertas kerja perusahaan dagang untuk akun Ikhtisar L/R dan akun Harga Pokok Penjualan
Salah satu dari jurnal penyesuaian adalah jurnal penyesuaian untuk persediaan barang dagangan. Untuk membuat jurnal penyesuaian dapat menggunakan dua metode, yaitu metode ikhtisar laba/rugi dan metode harga pokok penjualan, maka dalam pencatatannya dapat dikemukakan sebagai berikut:
Untuk akun ikhtisar laba/rugi
Jumlah akun ikhtisar laba/rugi pada kolom ayat penyesuaian harus dipindahkan ke kolom neraca saldo disesuaikan dan kolom laba/rugi sebelah debit (tersendiri) dan sebelah kredit (tersendiri) sesuai dengan jumlahnya masing-masing.
Untuk akun harga pokok penjualan
Jumlah akun harga pokok penjualan sebelah debit dan kredit pada kolom ayat penyesuaian, dicari selisihnya. Selisih (saldo) tersebut dipindahkan ko kolom neraca saldo disesuaikan dan kolom laba/rugi sebelah debit.
Perhitungan harga pokok penjualan
Harga pokok penjualan adalah harga pokok dari barang-barang yang telah laku dijual selama periode tertentu.
Dalam menghitung harga pokok penjualan harus diperhatikan unsur-unsurnya:
a. Persediaan barang dagangan awal (+)
b. Pembelian (+)
c. Beban angkut pembelian (+)
d. Retur pembelian dan pengurangan harga (-)
e. Potongan pembelian (-)
f. Persediaan barang dagangan akhir (-).
Jenis-jenis, kebaikan dan keburukan kredit
Kredit yang masih diberlakukan sampai dengan saat ini diantaranya adalah:
a. Kredit Likuiditas Bank Indonesia (BLBI, diantaranya: Kredit Usaha Tani (KUT), kredit kepada koperasi, kredit kepada Bulog untuk pengadaan pangan dan gula, dan kredit investasi yang diberikan oleh bank-bank pembangunan dan LKBB.
b. Kredit yang tidak ditunjang oleh Kredit Likuiditas Bank Indonesia, diantaranya: Kredit Usaha Kecil (KUK), kredit ekspor, kredit kepada kontraktor nasional, kredit produksi, impor dan penyaluran pupuk dan obat hama untuk BIMAS, kredit investasi kecil (kredit modal kerja permanen), kredit investasi (kredit modal kerja sampai dengan Rp 75.000.000,00), kredit kepada guru, kredit mahasiswa Indonesia dan kredit asrama mahasiswa.
Kebaikan dan keburukan kredit
a. Kredit mempunyai beberapa kebaikan, diantaranya sebagai berikut:
1) meningkatkan produktivitas
2) memperlancar konsumsi barang atau jasa
3) memperlancar tukar menukar atau perdagangan
4) memperlancar arus peredaran uang dan barang.
b. Keburukan kredit antara lain sebagai berikut:
1) produk yang dihasilkan akan mengalami kelebihan (over production), sehingga dapat menjatuhkan harga barang
2) timbul spekulasi dalam perdagangan, sehingga membawa akibat yang tidak baik
3) dapat menimbulkan inflasi (kenaikan harga barang), karena meningkatkan jumlah uang yang beredar
4) kredit konsumtif dapat mendorong masyarakat untuk hidup melebihi kemampuannya.
5) kredit produktif memberi kesempatan kepada orang-orang atau badan mendirikan badan usaha untuk mencoba-coba atau secara ekonomis tidak dapat dipertanggung jawabkan, sehingga mengakibatkan kegagalan atau jatuh pailit.
a. Kredit Likuiditas Bank Indonesia (BLBI, diantaranya: Kredit Usaha Tani (KUT), kredit kepada koperasi, kredit kepada Bulog untuk pengadaan pangan dan gula, dan kredit investasi yang diberikan oleh bank-bank pembangunan dan LKBB.
b. Kredit yang tidak ditunjang oleh Kredit Likuiditas Bank Indonesia, diantaranya: Kredit Usaha Kecil (KUK), kredit ekspor, kredit kepada kontraktor nasional, kredit produksi, impor dan penyaluran pupuk dan obat hama untuk BIMAS, kredit investasi kecil (kredit modal kerja permanen), kredit investasi (kredit modal kerja sampai dengan Rp 75.000.000,00), kredit kepada guru, kredit mahasiswa Indonesia dan kredit asrama mahasiswa.
Kebaikan dan keburukan kredit
a. Kredit mempunyai beberapa kebaikan, diantaranya sebagai berikut:
1) meningkatkan produktivitas
2) memperlancar konsumsi barang atau jasa
3) memperlancar tukar menukar atau perdagangan
4) memperlancar arus peredaran uang dan barang.
b. Keburukan kredit antara lain sebagai berikut:
1) produk yang dihasilkan akan mengalami kelebihan (over production), sehingga dapat menjatuhkan harga barang
2) timbul spekulasi dalam perdagangan, sehingga membawa akibat yang tidak baik
3) dapat menimbulkan inflasi (kenaikan harga barang), karena meningkatkan jumlah uang yang beredar
4) kredit konsumtif dapat mendorong masyarakat untuk hidup melebihi kemampuannya.
5) kredit produktif memberi kesempatan kepada orang-orang atau badan mendirikan badan usaha untuk mencoba-coba atau secara ekonomis tidak dapat dipertanggung jawabkan, sehingga mengakibatkan kegagalan atau jatuh pailit.
Jenis-jenis sungai
Sungai dapat didefinisikan sebagai sejumlah air yang mengalir pada saluran alami atau buatan manusia ke daerah yang lebih rendah, seperti danau atau sungai lain. Sungai terbentuk secara alami.
Berdasarkan sumber airnya, sungai dapat dibedakan menjadi sungai hujan, sungai mata air, sungai gletser, dan sungai campuran.
a. Sungai mata air, yaitu sungai yang airnya berasal dari sebuah mata air. Debit air sungai ini relatif permanen meskipun pada saat musim kemarau panjang. Contohnya Sungai Serayu, Sungai Bengawan Solo, dan sebagainya.
b. Sungai hujan, yaitu sungai yang sumber airnya sebagian besar berasal dari air hujan. Contohnya sungai-sungai besar di Pulau Jawa.
c. Sungai gletser, yaitu sungai yang sebagian besar airnya berasal dari salju yang mencair. Debit air lebih besar pada musim kemarau. Jenis sungai ini banyak terdapat di daerah pegunungan tinggi, seperti Pegunungan Himalaya dan Pegunungan Alpen.
d. Sungai campuran, yaitu sungai yang airnya berasal dari air hujan yang bercampur dengan salju yang mencair atau mata air. Contohnya Sungai Digul dan Sungai Mamberamo.
Berdasarkan sumber airnya, sungai dapat dibedakan menjadi sungai hujan, sungai mata air, sungai gletser, dan sungai campuran.
a. Sungai mata air, yaitu sungai yang airnya berasal dari sebuah mata air. Debit air sungai ini relatif permanen meskipun pada saat musim kemarau panjang. Contohnya Sungai Serayu, Sungai Bengawan Solo, dan sebagainya.
b. Sungai hujan, yaitu sungai yang sumber airnya sebagian besar berasal dari air hujan. Contohnya sungai-sungai besar di Pulau Jawa.
c. Sungai gletser, yaitu sungai yang sebagian besar airnya berasal dari salju yang mencair. Debit air lebih besar pada musim kemarau. Jenis sungai ini banyak terdapat di daerah pegunungan tinggi, seperti Pegunungan Himalaya dan Pegunungan Alpen.
d. Sungai campuran, yaitu sungai yang airnya berasal dari air hujan yang bercampur dengan salju yang mencair atau mata air. Contohnya Sungai Digul dan Sungai Mamberamo.
Jenis-jenis pupuk
Berikut ini adalah jenis-jenis pupuk yang dimanfaatkan untuk pemupukan tanah yang tepat adalah:
a. Pupuk alam, merupakan pupuk yang didapat dari bahan-bahan alami dan tidak melalui proses kimia atau pabrik.
Contoh:
- pupuk kandang, didapat dari kotoran hewan
- pupuk hijau, berasal dari tumbuhan yang memiliki bunga kupu-kupu dan prosesnya hanya membenamkan saja di dalam tanah pada waktu musim hujan
- pupuk kompos, merupakan pupuk yang didapat dari daun-daun atau rumput-rumput yang sudah dibusukkan terlebih dahulu di dalam tanah.
- Pupuk gunano, merupakan pupuk yang diperoleh dari kotoran unggas yang dibiarkan terurai oleh bakteri di dalam tanah.
b. Pupuk buatan, merupakan pupuk yang terbuat dari bahan-bahan kimia yang melalui proses pabrik. Contohnya pupuk urea, NPK, dan lain sebagainya.
a. Pupuk alam, merupakan pupuk yang didapat dari bahan-bahan alami dan tidak melalui proses kimia atau pabrik.
Contoh:
- pupuk kandang, didapat dari kotoran hewan
- pupuk hijau, berasal dari tumbuhan yang memiliki bunga kupu-kupu dan prosesnya hanya membenamkan saja di dalam tanah pada waktu musim hujan
- pupuk kompos, merupakan pupuk yang didapat dari daun-daun atau rumput-rumput yang sudah dibusukkan terlebih dahulu di dalam tanah.
- Pupuk gunano, merupakan pupuk yang diperoleh dari kotoran unggas yang dibiarkan terurai oleh bakteri di dalam tanah.
b. Pupuk buatan, merupakan pupuk yang terbuat dari bahan-bahan kimia yang melalui proses pabrik. Contohnya pupuk urea, NPK, dan lain sebagainya.
Jenis-jenis pengangguran
Jenis-jenis pengangguran adalah seperti yang diuraikan berikut ini:
a. Pengangguran terbuka (open unemployment), yaitu keadaan dimana orang sama sekali tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan. Indikator tingkat pengangguran adalah jumlah pengangguran terbuka dibagi jumlah angkatan kerja.
b. Setengah menganggur (unemployment), yaitu keadaan dimana orang bekerja, tetapi belum dimanfaatkan secara penuh. Penyebabnya antara lain: bekerja tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan dan keahliannya.
c. Pengangguran terselubung (disguised unemployment), yaitu pengangguran yang terjadi karena kelebihan tenaga kerja yang mengakibatkan kemampuan menghasilkannya kecil.
Tag:
jenis pengangguran
Pengangguran terbuka
Setengah menganggur
Pengangguran terselubung
a. Pengangguran terbuka (open unemployment), yaitu keadaan dimana orang sama sekali tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan. Indikator tingkat pengangguran adalah jumlah pengangguran terbuka dibagi jumlah angkatan kerja.
b. Setengah menganggur (unemployment), yaitu keadaan dimana orang bekerja, tetapi belum dimanfaatkan secara penuh. Penyebabnya antara lain: bekerja tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan dan keahliannya.
c. Pengangguran terselubung (disguised unemployment), yaitu pengangguran yang terjadi karena kelebihan tenaga kerja yang mengakibatkan kemampuan menghasilkannya kecil.
Tag:
jenis pengangguran
Pengangguran terbuka
Setengah menganggur
Pengangguran terselubung
Jenis-jenis pasar konkret
Pasar konkret dibedakan menjadi lima, yaitu:
1. Berdasarkan manajemen pengelolaan
a) Pasar modern, yaitu pasar yang dibangun oleh pemerintah, swasta atau koperasi. Dikelola secara modern mengutamakan pelayanan dan kenyamanan berbelanja.
b) Pasar tradisional, yaitu pasar yang dibangun oleh pemerintah, swasta, atau koperasi atau swadaya masyarakat dengan tempat usaha berupa toko, kios, dan los.
2. Berdasarkan ragam barang yang dijual
Toko adalah tempat atau bangunan milik (disewa) perorangan, pasar, atau koperasi untuk melakukan penjualan secara langsung pada konsumen. Toko dibedakan menjadi dua, yaitu:
a) Toko khusus, yaitu toko yang hanya menjual satu jenis barang.
b) Toko satu jalur, yaitu toko yang menjual hanya satu kelompok barang sejenis.
3. Berdasarkan banyak sedikit barang yang dijual
a) Toko serba ada, yaitu toko pengecer yang besar dan mempunyai banyak jenis produk.
b) Toko swadaya, yaitu toko skala kecil dan menjual berbagai macam barang yang dimiliki seorang individu sebagai pimpinannya.
c) Pasar swalayan, yaitu pasar berukuran besar yang menjual bermacam-macam barang langsung pada konsumen.
d) Hipermart, yaitu supermarket yang berukuran lebih besar dan lebih banyak ragam barang.
4. Berdasarkan manajemen pelayanan
a) Mall atau supermarket, yaitu tempat atau bangunan (toko) dalam skala besar yang dimiliki atau disewa perorangan, kelompok, pasar, atau koperasi untuk usaha perdagangan berbagai barang dan jasa.
b) Pertokoan. Wilayah lingkungan pertokoan di mana terdapat bangunan toko sepanjang tepi jalan, yang dapat dijangkau dengan mudah oleh transportasi dan masyarakat.
c) Pasar swalayan, yaitu pasar berukuran besar yang menjual bermacam-macam barang secara langsung kepada konsumen.
5. Berdasarkan partai penjualan barang
a) Pasar grosir, adalah pasar tempat dilakukannya usaha perdagangan dalam partai besar, misalnya kodian dan lusinan.
b) Pasar eceran, adalah pasar tempat dilakukannya usaha perdagangan dalam partai kecil, contohnya toko kelontong.
1. Berdasarkan manajemen pengelolaan
a) Pasar modern, yaitu pasar yang dibangun oleh pemerintah, swasta atau koperasi. Dikelola secara modern mengutamakan pelayanan dan kenyamanan berbelanja.
b) Pasar tradisional, yaitu pasar yang dibangun oleh pemerintah, swasta, atau koperasi atau swadaya masyarakat dengan tempat usaha berupa toko, kios, dan los.
2. Berdasarkan ragam barang yang dijual
Toko adalah tempat atau bangunan milik (disewa) perorangan, pasar, atau koperasi untuk melakukan penjualan secara langsung pada konsumen. Toko dibedakan menjadi dua, yaitu:
a) Toko khusus, yaitu toko yang hanya menjual satu jenis barang.
b) Toko satu jalur, yaitu toko yang menjual hanya satu kelompok barang sejenis.
3. Berdasarkan banyak sedikit barang yang dijual
a) Toko serba ada, yaitu toko pengecer yang besar dan mempunyai banyak jenis produk.
b) Toko swadaya, yaitu toko skala kecil dan menjual berbagai macam barang yang dimiliki seorang individu sebagai pimpinannya.
c) Pasar swalayan, yaitu pasar berukuran besar yang menjual bermacam-macam barang langsung pada konsumen.
d) Hipermart, yaitu supermarket yang berukuran lebih besar dan lebih banyak ragam barang.
4. Berdasarkan manajemen pelayanan
a) Mall atau supermarket, yaitu tempat atau bangunan (toko) dalam skala besar yang dimiliki atau disewa perorangan, kelompok, pasar, atau koperasi untuk usaha perdagangan berbagai barang dan jasa.
b) Pertokoan. Wilayah lingkungan pertokoan di mana terdapat bangunan toko sepanjang tepi jalan, yang dapat dijangkau dengan mudah oleh transportasi dan masyarakat.
c) Pasar swalayan, yaitu pasar berukuran besar yang menjual bermacam-macam barang secara langsung kepada konsumen.
5. Berdasarkan partai penjualan barang
a) Pasar grosir, adalah pasar tempat dilakukannya usaha perdagangan dalam partai besar, misalnya kodian dan lusinan.
b) Pasar eceran, adalah pasar tempat dilakukannya usaha perdagangan dalam partai kecil, contohnya toko kelontong.
Jenis-jenis mineral
Yang termasuk dalam kelompok mineral yang sangat penting bagi tubuh kita adalah:
- Zat besi
Zat besi mempunyai fungsi sebagai:
a. pembentuk enzim-enzim
b. pembentukan hemoglobin sel darah merah.
Akibat dari kekurangan zat besi akan menimbulkan penyakit anemia dan gangguan pernapasan.
- Natrium
Natrium mempunyai fungsi bagi tubuh adalah:
a. mengatur denyut jantung
b. untuk mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh bersama-sama dengan kalori.
- Kalsium (zat kapur)
Fungsi kalsium bagi tubuh kita adalah:
a. untuk membentuk tulang dan gigi
b. untuk mengaktifkan dan menormalkan kerja otot serta jantung
c. untuk memproses pembekuan darah.
Akibat yang terjadi karena kekurangan kalsium adalah:
a. jika ada salah satu dari tubuh kita yang terluka darahnya sulit membeku
b. akan mengalami kelainan bentuk tulang.
- Kalium
Fungsi kalium untuk tubuh adalah:
a. untuk menahan air dalam sel dan mengatur tekanan osmosis dari sel
b. untuk mempengaruhi kerja otot (otot jantung).
Akibat yang terjadi karena kekurangan kalium adalah:
a. kegagalan jantung
b. diabetic acidosis
c. trauma yang berat
d. penyakit ginjal yang sudah lanjut.
- Magnesium
Magnesium, fosfor, dan zat kapur bersama-sama membentuk tulang serta gigi.
Akibat yang terjadi karena kekurangan magnesium adalah:
a. batu ginjal
b. jantung koroner
c. gangguan kelenjar
d. diabetis acidosis.
- Fosfor
Fungsi fosfor bagi tubuh kita adalah:
a. membentuk tulang dan gigi bersama-sama dengan zat kapur
b. proses pertukaran zat dalam perpindahan energi.
- Sulfur
Sulfur adalah suatu bahan pembentuk rambut, tulang, tulang rawan, kuku dan tendon.
- Yodium
Fungsi yodium bagi tubuh kita adalah:
a. untuk mengatur kerja tubuh oleh kelenjar gondok dan sekresi kelenjar-kelenjar.
Akibat yang terjadi karena kekurangan yodium adalah:
a. penyakit gondok atau gondoan
b. kelenjar gondok mengalami pembekakan tiroid.
- Khlor
Fungsi khlor bagi tubuh kita adalah:
a. untuk membentuk asam klorida dalam lambung
b. untuk mengatur kadar air
c. untuk mengatur tekanan osmosis dalam sel.
Pada umumnya khlor itu dimanfaatkan dalam bentuk garam dapur.
- Tembaga
Fungsi tembaga bagi tubuh kita adalah:
a. untuk mengaktifkan kerja dari berbagai macam enzim dalam tubuh
b. untuk membentuk hemoglobin dan bersama-sama dengan zat besi.
- Seng
Fungsi seng bagi tubuh kita adalah:
a. untuk membentuk beberapa enzim dan hormon
b. untuk memelihara kerja indera pengecap.
- Flour
Fungsi flour pada gigi adalah:
a. untuk membentuk lapisan keras (email) pada gigi.
Akibat yang terjadi karena kekurangan flour adalah:
a. gigi cepat keropos
b. gigi tidak kuat.
- Zat besi
Zat besi mempunyai fungsi sebagai:
a. pembentuk enzim-enzim
b. pembentukan hemoglobin sel darah merah.
Akibat dari kekurangan zat besi akan menimbulkan penyakit anemia dan gangguan pernapasan.
- Natrium
Natrium mempunyai fungsi bagi tubuh adalah:
a. mengatur denyut jantung
b. untuk mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh bersama-sama dengan kalori.
- Kalsium (zat kapur)
Fungsi kalsium bagi tubuh kita adalah:
a. untuk membentuk tulang dan gigi
b. untuk mengaktifkan dan menormalkan kerja otot serta jantung
c. untuk memproses pembekuan darah.
Akibat yang terjadi karena kekurangan kalsium adalah:
a. jika ada salah satu dari tubuh kita yang terluka darahnya sulit membeku
b. akan mengalami kelainan bentuk tulang.
- Kalium
Fungsi kalium untuk tubuh adalah:
a. untuk menahan air dalam sel dan mengatur tekanan osmosis dari sel
b. untuk mempengaruhi kerja otot (otot jantung).
Akibat yang terjadi karena kekurangan kalium adalah:
a. kegagalan jantung
b. diabetic acidosis
c. trauma yang berat
d. penyakit ginjal yang sudah lanjut.
- Magnesium
Magnesium, fosfor, dan zat kapur bersama-sama membentuk tulang serta gigi.
Akibat yang terjadi karena kekurangan magnesium adalah:
a. batu ginjal
b. jantung koroner
c. gangguan kelenjar
d. diabetis acidosis.
- Fosfor
Fungsi fosfor bagi tubuh kita adalah:
a. membentuk tulang dan gigi bersama-sama dengan zat kapur
b. proses pertukaran zat dalam perpindahan energi.
- Sulfur
Sulfur adalah suatu bahan pembentuk rambut, tulang, tulang rawan, kuku dan tendon.
- Yodium
Fungsi yodium bagi tubuh kita adalah:
a. untuk mengatur kerja tubuh oleh kelenjar gondok dan sekresi kelenjar-kelenjar.
Akibat yang terjadi karena kekurangan yodium adalah:
a. penyakit gondok atau gondoan
b. kelenjar gondok mengalami pembekakan tiroid.
- Khlor
Fungsi khlor bagi tubuh kita adalah:
a. untuk membentuk asam klorida dalam lambung
b. untuk mengatur kadar air
c. untuk mengatur tekanan osmosis dalam sel.
Pada umumnya khlor itu dimanfaatkan dalam bentuk garam dapur.
- Tembaga
Fungsi tembaga bagi tubuh kita adalah:
a. untuk mengaktifkan kerja dari berbagai macam enzim dalam tubuh
b. untuk membentuk hemoglobin dan bersama-sama dengan zat besi.
- Seng
Fungsi seng bagi tubuh kita adalah:
a. untuk membentuk beberapa enzim dan hormon
b. untuk memelihara kerja indera pengecap.
- Flour
Fungsi flour pada gigi adalah:
a. untuk membentuk lapisan keras (email) pada gigi.
Akibat yang terjadi karena kekurangan flour adalah:
a. gigi cepat keropos
b. gigi tidak kuat.
Meletakkan landasan tentang HAM
Sikap saling menghormati hak asasi manusia dalam kehidupan masyarakat yang multikultural sangat penting. Apabila masing-masing orang dapat memahami hak-hak asai manusia maka akan lahir toleransi antarindividu. Hal ini berarti mereka dapat melakukan tenggang rasa terhadap pihak lain walaupun berada dalam keadaan yang berbeda-beda. Melalui pengembangan hak-hak asasi manusia, setiap warga masyarakat akan menyadari bahwa orang lain di luar dirinya memiliki hak asasi yang sama dengan dirinya dan tidak boleh diganggu gugat oleh siapa pun. Di samping itu, melalui pengembangan wawasan HAM akan memunculkan solidaritas sosial terhadap warga masyarakat yang lain dengan mengacu pada kesetaraan hak dan kewajiban sehingga dapat hidup berdampingan dalam mewujudkan suatu kebersamaan.
Mengembangkan toleransi sosial
Dengan mengembangkan sikap toleransi sosial berarti masing-masing komponen masyarakat dapat menerima keberadaan komponen masyarakat yang lain. Mereka dapat hidup berdampingan secara wajar dalam konteks pergaulan yang universal dengan berpijak pada kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi dan kepentingan golongan. Dalam toleransi sosial juga terkandung unsur-unsur yang dapat memberikan pengakuan sekaligus perlakuan yang sama kepada setiap orang tanpa melihat latar belakang ekonomi, sosial budaya, termasuk ras, suku, agama, dan asal daerah. Dengan mengembangkan sikap toleransi sosial ini, keutuhan bangsa dapat terjaga dan tercipta suatu kesinambungan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Mengembangkan toleransi sosial
Dengan mengembangkan sikap toleransi sosial berarti masing-masing komponen masyarakat dapat menerima keberadaan komponen masyarakat yang lain. Mereka dapat hidup berdampingan secara wajar dalam konteks pergaulan yang universal dengan berpijak pada kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi dan kepentingan golongan. Dalam toleransi sosial juga terkandung unsur-unsur yang dapat memberikan pengakuan sekaligus perlakuan yang sama kepada setiap orang tanpa melihat latar belakang ekonomi, sosial budaya, termasuk ras, suku, agama, dan asal daerah. Dengan mengembangkan sikap toleransi sosial ini, keutuhan bangsa dapat terjaga dan tercipta suatu kesinambungan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pengertian proses integrasi sosial
Proses integrasi sosial adalah proses penyesuaian di antara unsur-unsur sosial yang berbeda-beda sehingga membentuk satu kesatuan masyarakat yang serasi di dalam suatu fungsi. Salah satu sisi negatif dari kebhinekaan masyarakat Indonesia adalah sulitnya proses integrasi sosial yang dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan ras, suku, agama, dan golongan.
Di samping itu, pada setiap akhir rezim pemerintahan selalu ditandai dengan konflik, baik antargolongan maupun antarsuku yang mengarah pada perbuatan-perbuatan anarkis. Kejadian ini sering kali berkelanjutan dengan perombakan sistem tata pemerintahan dengan mengganti sebagian besar undang-undang yang pernah dibuat oleh pemerintah sebelumnya. Permasalahan ini akan dapat diatasi dengan adanya kesadaran bahwa kita adalah masyarakat majemuk yang memiliki banyak perbedaan.
Mengintegrasikan ras, suku, dan agama
Dalam menyikapi masyarakat yang multikultural diperlukan suatu kearifan dengan mengedepankan keutuhan bangsa di atas kepentingan golongan dan kepentingan pribadi. Salah satunya, yaitu dengan membuka kesempatan selebar-lebarnya bagi terselenggaranya perkawinan multiras, multisuku, toleransi beragama dengan cara-cara yang beradab dan memperhatikan hak asasi manusia. Hasil pembauran ras bersifat komplementer dan homogen. Hal ini pada gilirannya akan mengurangi perbedaan-perbedaan yang ada menuju keutuhan suatu bangsa.
Pembauran ras, suku, dan agama juga merupakan suatu tantangan di mana sering kali menimbulkan gejolak di antara unsur masyarakat Indonesia yang majemuk. Namun, kalau semuanya dilandasi dengan sikap cinta tanah air dan kebangsaan yang tinggi maka segalanya akan dapat terselesaikan dengan baik.
Di samping itu, pada setiap akhir rezim pemerintahan selalu ditandai dengan konflik, baik antargolongan maupun antarsuku yang mengarah pada perbuatan-perbuatan anarkis. Kejadian ini sering kali berkelanjutan dengan perombakan sistem tata pemerintahan dengan mengganti sebagian besar undang-undang yang pernah dibuat oleh pemerintah sebelumnya. Permasalahan ini akan dapat diatasi dengan adanya kesadaran bahwa kita adalah masyarakat majemuk yang memiliki banyak perbedaan.
Mengintegrasikan ras, suku, dan agama
Dalam menyikapi masyarakat yang multikultural diperlukan suatu kearifan dengan mengedepankan keutuhan bangsa di atas kepentingan golongan dan kepentingan pribadi. Salah satunya, yaitu dengan membuka kesempatan selebar-lebarnya bagi terselenggaranya perkawinan multiras, multisuku, toleransi beragama dengan cara-cara yang beradab dan memperhatikan hak asasi manusia. Hasil pembauran ras bersifat komplementer dan homogen. Hal ini pada gilirannya akan mengurangi perbedaan-perbedaan yang ada menuju keutuhan suatu bangsa.
Pembauran ras, suku, dan agama juga merupakan suatu tantangan di mana sering kali menimbulkan gejolak di antara unsur masyarakat Indonesia yang majemuk. Namun, kalau semuanya dilandasi dengan sikap cinta tanah air dan kebangsaan yang tinggi maka segalanya akan dapat terselesaikan dengan baik.
Pengertian konflik horizontal
Konflik horizontal merupakan bentuk konflik yang pada umumnya terjadi di masyarakat. Konflik ini sering kali merupakan bentuk persaingan antara pihak yang mempunyai kepentingan sama terhadap sesuatu yang sifatnya terbatas. Pada hakihatnya, konflik horizontal adalah konflik sosial antarpihak yang setara. Konflik horizontal memerlukan penanganan khusus dari pemerintah sebagai penengah yang baik dan netral sekaligus berkepentingan untuk meredakan konflik tersebut.
Upaya-upaya untuk mencegah munculnya konflik antarsuku bangsa antara lain:
1) Penanaman rasa kebangsaan yang dapat dilakukan melalui pendidikan di sekolah-sekolah serta forum.
2) Melakukan perkawinan campuran antarsuku.
3) Membentuk forum komunikasi lintas suku, misalnya karang taruna, pramuka, jambore nasional, dan kirab remaja nasional.
4) Memberikan toleransi antarsuku bangsa yang dipelopori oleh pemerintah dengan memberikan perlakuan sama pada semua suku bangsa di Indonesia.
Upaya-upaya untuk mencegah munculnya konflik antarsuku bangsa antara lain:
1) Penanaman rasa kebangsaan yang dapat dilakukan melalui pendidikan di sekolah-sekolah serta forum.
2) Melakukan perkawinan campuran antarsuku.
3) Membentuk forum komunikasi lintas suku, misalnya karang taruna, pramuka, jambore nasional, dan kirab remaja nasional.
4) Memberikan toleransi antarsuku bangsa yang dipelopori oleh pemerintah dengan memberikan perlakuan sama pada semua suku bangsa di Indonesia.
Jenis-jenis konflik
Konflik yang terjadi di dalam masyarakat dapat bermacam-macam bentuknya sesuai dengan akar permasalahannya. Berikut macam-macam bentuk konflik tersebut.
a. Konflik individual, contohnya dua orang yang bertikai atau berkelahi karena salah paham, dendam, atau berebut sesuatu.
b. Konflik antarkelompok sosial, misalnya tawuran massal antarpelajar, antarpemuda kampung, dan antargeng.
c. Konflik antarkelas sosial, misalnya aksi mogok kerja dan unjuk rasa kaum buruh terhadap majikannya.
d. Konflik antargenerasi, misalnya konflik antara anak dengan orang tua, antara generasi tua dengan generasi muda.
e. Konflik ideologi, yaitu konflik karena adanya benturan beberapa ideologi yang tidak dapat (sulit) diakomodasikan.
f. Konflik politik, yaitu konflik yang dilakukan oleh antargolongan sosial politik atau partai politik karena berebut kedudukan atau benturan kepentingan politik. Pemicunya adalah tokoh-tokoh politik yang tidak dapat bersatu karena visinya berbeda.
g. Konflik antaretnis.
h. Konflik antarumat beragama. Penyebabnya adalah kurangnya toleransi dan kerukunan sosial.
i. Konflik antarras atau suku bangsa, misalnya timbulnya diskriminasi ras di negara barat sana.
a. Konflik individual, contohnya dua orang yang bertikai atau berkelahi karena salah paham, dendam, atau berebut sesuatu.
b. Konflik antarkelompok sosial, misalnya tawuran massal antarpelajar, antarpemuda kampung, dan antargeng.
c. Konflik antarkelas sosial, misalnya aksi mogok kerja dan unjuk rasa kaum buruh terhadap majikannya.
d. Konflik antargenerasi, misalnya konflik antara anak dengan orang tua, antara generasi tua dengan generasi muda.
e. Konflik ideologi, yaitu konflik karena adanya benturan beberapa ideologi yang tidak dapat (sulit) diakomodasikan.
f. Konflik politik, yaitu konflik yang dilakukan oleh antargolongan sosial politik atau partai politik karena berebut kedudukan atau benturan kepentingan politik. Pemicunya adalah tokoh-tokoh politik yang tidak dapat bersatu karena visinya berbeda.
g. Konflik antaretnis.
h. Konflik antarumat beragama. Penyebabnya adalah kurangnya toleransi dan kerukunan sosial.
i. Konflik antarras atau suku bangsa, misalnya timbulnya diskriminasi ras di negara barat sana.
Jenis vitamin yang larut dalam lemak
Yang termasuk vitamin larut dalam lemak adalah:
a. Vitamin A (retinol)
fungsi vitamin A adalah:
- untuk membentuk proses pertumbuhan tubuh
- membantu proses penglihatan
- untuk memelihara sel-sel epitel kulit
- untuk membentuk kesehatan gigi
- untuk memelihara kelemahan kornea mata
- untuk membantu perkembangan tubuh.
Bahan makanan yang termasuk dalam vitamin A adalah:
1. sayuran yang berwarna hijau
2. lobak
3. wortel
4. minyak kelapa sawit
5. mentega
6. sayuran yang berwarna kuning
7. minyak ikan
8. susu
9. ubi jalar dan lain sebagainya.
Akibat yang terjadi karena kekurangan vitamin A adalah:
1. rabun senja atau buta ayam
2. kulit menjadi tebal dan kasar
3. pertumbuhan menjadi lamban
4. kornea mata menjadi kuning.
b. Vitamin D (kalsiferol)
fungsi vitamin D adalah:
1. untuk mengatur pembentukan garam, kalsium dan fosfor
2. untuk membantu penyerapan zat kapur dan fosfor dalam pembentukan tulang dan gigi.
Bahan makanan yang termasuk dalam vitamin D adalah:
1. minyak jagung
2. kuning telur
3. ikan laut
4. wortel
5. susu
6. kubis dan lain sebagainya.
Akibat yang terjadi karena kekurangan vitamin D adalah:
1. pertumbuhan gigi tidak sempurna
2. penyakit rachitis, dimana tulang-tulang tetap lunak dan berubah bentuknya.
c. Vitamin E (anti oksida)
fungsi vitamin E adalah:
1. untuk menjaga vitamin A dan karoten terhadap oksidasi
2. sebagai faktor yang esensial bagi pembiakan.
d. Vitamin K
fungsi vitamin K adalah:
1. untuk membantu pembentukan protrombin di dalam hati yang diperlukan dalam proses pembekuan darah.
Bahan makanan yang termasuk dalam vitamin K adalah:
1. kuning telur
2. sayuran yang masih hijau
3. hati
4. kedelai
5. susu
6. putih telur dan lain sebagainya.
Akibat yang terjadi karena kekurangan vitamin K adalah:
1. pendarahan yang terus menerus
2. anemia yang hebat
3. darah sukar membeku bila ada salah satu alat tubuh kita yang terluka.
a. Vitamin A (retinol)
fungsi vitamin A adalah:
- untuk membentuk proses pertumbuhan tubuh
- membantu proses penglihatan
- untuk memelihara sel-sel epitel kulit
- untuk membentuk kesehatan gigi
- untuk memelihara kelemahan kornea mata
- untuk membantu perkembangan tubuh.
Bahan makanan yang termasuk dalam vitamin A adalah:
1. sayuran yang berwarna hijau
2. lobak
3. wortel
4. minyak kelapa sawit
5. mentega
6. sayuran yang berwarna kuning
7. minyak ikan
8. susu
9. ubi jalar dan lain sebagainya.
Akibat yang terjadi karena kekurangan vitamin A adalah:
1. rabun senja atau buta ayam
2. kulit menjadi tebal dan kasar
3. pertumbuhan menjadi lamban
4. kornea mata menjadi kuning.
b. Vitamin D (kalsiferol)
fungsi vitamin D adalah:
1. untuk mengatur pembentukan garam, kalsium dan fosfor
2. untuk membantu penyerapan zat kapur dan fosfor dalam pembentukan tulang dan gigi.
Bahan makanan yang termasuk dalam vitamin D adalah:
1. minyak jagung
2. kuning telur
3. ikan laut
4. wortel
5. susu
6. kubis dan lain sebagainya.
Akibat yang terjadi karena kekurangan vitamin D adalah:
1. pertumbuhan gigi tidak sempurna
2. penyakit rachitis, dimana tulang-tulang tetap lunak dan berubah bentuknya.
c. Vitamin E (anti oksida)
fungsi vitamin E adalah:
1. untuk menjaga vitamin A dan karoten terhadap oksidasi
2. sebagai faktor yang esensial bagi pembiakan.
d. Vitamin K
fungsi vitamin K adalah:
1. untuk membantu pembentukan protrombin di dalam hati yang diperlukan dalam proses pembekuan darah.
Bahan makanan yang termasuk dalam vitamin K adalah:
1. kuning telur
2. sayuran yang masih hijau
3. hati
4. kedelai
5. susu
6. putih telur dan lain sebagainya.
Akibat yang terjadi karena kekurangan vitamin K adalah:
1. pendarahan yang terus menerus
2. anemia yang hebat
3. darah sukar membeku bila ada salah satu alat tubuh kita yang terluka.
Jenis uang
Jenis-jenis uang
1. Berdasarkan bahan (material), uang dibedakan menjadi:
a. Uang logam, adalah uang yang dibuat dari semacam logam tertentu dengan berat dan kadar tertentu pula.
b. Uang kertas, merupakan uang fiduciary (uang kepercayaan), karena semua masyarakat mau menerima uang tersebut sebagai alat pembayaran, walaupun nilai intrinsiknya jauh lebih kecil daripada nilai nominalnya. Jadi dasarnya adalah kepercayaan kepada pemerintah atau bank yang menjamin atas peredaran uang kertas tersebut.
2. Berdasarkan lembaga atau badan pembuatnya, uang dibedakan menjadi:
a. Uang kartal, adalah uang yang diberi tanda atau cap oleh pemerintah, sehingga berlaku sebagai alat pembayaran yang sah dan dapat diterima umum. Uang kartal dibagi menjadi dua, yaitu uang logam dan uang kertas, yang dicetak atau dibuat dan diedarkan oleh bank sentral.
b. Uang giral, adalah simpanan atau deposito pada bank yang dapat diambil dengan menggunakan cek, giro, atau surat perintah pembayaran lainnya, yang dicetak atau dibuat oleh bank umum atau bank komersial. Uang giral yang beredar di masyarakat terdiri dari:
- Cek, adalah perintah yang diterima dari pihak lain sebagai alat untuk pembayaran, atau perintah kepada bank untuk mambayar dengan uang tunai.
- Giro, adalah alat untuk memindahkan uang giral ke rekening orang lain, tetapi tetap uang giral bukan uang tunai.
- Telegraphic Transfer, adalah pemindahan pembayaran atas suatu transaksi melalui bank.
3. Berdasarkan nilainya, uang dibedakan menjadi:
a. Uang bernilai penuh (full bodied money), artinya uang yang nilai intrinsiknya sama dengan nilai nominalnya.
b. Uang yang tidak bernilai penuh (representative full bodied money) atau uang bertanda (token money), artinya uang yang nilai intrinsiknya lebih kecil daripada nilai nominalnya.
4. Berdasarkan kawasan atau daerah berlakunya, uang dibedakan menjadi:
a. Uang domestik, artinya uang yang berlaku hanya di suatu negara tertentu, di luar negara tersebut mungkin berlaku dan mungkin tidak berlaku.
b. Uang internasional, artinya uang yang berlaku tidak hanya dalam suatu negara, tetapi juga berlaku dan diakui di berbagai negara di dunia.
1. Berdasarkan bahan (material), uang dibedakan menjadi:
a. Uang logam, adalah uang yang dibuat dari semacam logam tertentu dengan berat dan kadar tertentu pula.
b. Uang kertas, merupakan uang fiduciary (uang kepercayaan), karena semua masyarakat mau menerima uang tersebut sebagai alat pembayaran, walaupun nilai intrinsiknya jauh lebih kecil daripada nilai nominalnya. Jadi dasarnya adalah kepercayaan kepada pemerintah atau bank yang menjamin atas peredaran uang kertas tersebut.
2. Berdasarkan lembaga atau badan pembuatnya, uang dibedakan menjadi:
a. Uang kartal, adalah uang yang diberi tanda atau cap oleh pemerintah, sehingga berlaku sebagai alat pembayaran yang sah dan dapat diterima umum. Uang kartal dibagi menjadi dua, yaitu uang logam dan uang kertas, yang dicetak atau dibuat dan diedarkan oleh bank sentral.
b. Uang giral, adalah simpanan atau deposito pada bank yang dapat diambil dengan menggunakan cek, giro, atau surat perintah pembayaran lainnya, yang dicetak atau dibuat oleh bank umum atau bank komersial. Uang giral yang beredar di masyarakat terdiri dari:
- Cek, adalah perintah yang diterima dari pihak lain sebagai alat untuk pembayaran, atau perintah kepada bank untuk mambayar dengan uang tunai.
- Giro, adalah alat untuk memindahkan uang giral ke rekening orang lain, tetapi tetap uang giral bukan uang tunai.
- Telegraphic Transfer, adalah pemindahan pembayaran atas suatu transaksi melalui bank.
3. Berdasarkan nilainya, uang dibedakan menjadi:
a. Uang bernilai penuh (full bodied money), artinya uang yang nilai intrinsiknya sama dengan nilai nominalnya.
b. Uang yang tidak bernilai penuh (representative full bodied money) atau uang bertanda (token money), artinya uang yang nilai intrinsiknya lebih kecil daripada nilai nominalnya.
4. Berdasarkan kawasan atau daerah berlakunya, uang dibedakan menjadi:
a. Uang domestik, artinya uang yang berlaku hanya di suatu negara tertentu, di luar negara tersebut mungkin berlaku dan mungkin tidak berlaku.
b. Uang internasional, artinya uang yang berlaku tidak hanya dalam suatu negara, tetapi juga berlaku dan diakui di berbagai negara di dunia.
Jenis tenaga kerja, tahap produksi, input, tambahan produk
Menurut kualitasnya seorang dosen di sebuah universitas merupakan tenaga kerja...
a. terlatih
b. tidak terlatih
c. terdidik
d. jasmani
e. tidak terdidik dan tidak terlatih.
Tahap produksi dibagi menjadi tiga, yaitu tahap produksi I, II, dan III. Batas tahap produksi I adalah...
a. produk marginal maksimum
b. produk total maksimum
c. produk marginal sama dengan nol
d. produk marginal sama dengan produk rata-rata
e. tidak ada jawaban yang benar.
Untuk memproduksi padi, dibutuhkan input-input antara lain tanah, bibit padi, pupuk, air, tenaga kerja, dan alat-alat pertanian. Jika dalam jangka pendek produksi padi akan dinaikkan jumlahnya, harus dilakukan dengan cara...
a. menambah tenaga kerja dan yang lain tetap
b. menambah semua input yang digunakan
c. menambah luas lahan dan input lain tetap
d. menambah semua input yang digunakan kecuali tanah dan alat pertanian
e. tidak ada jawaban yang benar.
Apabila tenaga kerja ditambah, sementara mesin dan bangunan tetap, tambahan produk yang dihasilkan akan...
a. tetap
b. efisien
c. proporsional
d. semakin bertambah
e. semakin menurun.
a. terlatih
b. tidak terlatih
c. terdidik
d. jasmani
e. tidak terdidik dan tidak terlatih.
Tahap produksi dibagi menjadi tiga, yaitu tahap produksi I, II, dan III. Batas tahap produksi I adalah...
a. produk marginal maksimum
b. produk total maksimum
c. produk marginal sama dengan nol
d. produk marginal sama dengan produk rata-rata
e. tidak ada jawaban yang benar.
Untuk memproduksi padi, dibutuhkan input-input antara lain tanah, bibit padi, pupuk, air, tenaga kerja, dan alat-alat pertanian. Jika dalam jangka pendek produksi padi akan dinaikkan jumlahnya, harus dilakukan dengan cara...
a. menambah tenaga kerja dan yang lain tetap
b. menambah semua input yang digunakan
c. menambah luas lahan dan input lain tetap
d. menambah semua input yang digunakan kecuali tanah dan alat pertanian
e. tidak ada jawaban yang benar.
Apabila tenaga kerja ditambah, sementara mesin dan bangunan tetap, tambahan produk yang dihasilkan akan...
a. tetap
b. efisien
c. proporsional
d. semakin bertambah
e. semakin menurun.
Jenis sungai berdasarkan pola alirannya dan debit airnya
Berdasarkan pola alirannya, sungai dibedakan menjadi sebagai berikut:
a) Pola dendritik, yaitu pola sungai yang bentuknya tidak teratur, dan menyerupai tulang daun.
b) Pola trelis, yaitu pola sungai yang aliran sungai induknya relatif sejajar dengan anak-anak sungainya, sehingga menyerupai trelis.
c) Pola rektangular, yaitu pola sungai yang aliran sungainya membentuk sudut tegak lurus antara induk dan anak-anak sungai. Hal ini terjadi karena sungai tersebut melalui sebuah patahan.
d) Pola sentripetal, yaitu pola aliran sungai yang melingkar menuju ke sebuah titik atau pusat.
e) Pola radial, yaitu pola aliran sungai yang menjauhi sebuah gunung atau memusat ke suatu wilayah cekungan.
f) Pola pinatte, yaitu pola aliran sungai yang muara dan anak-anak sungainya membentuk sudut lancip.
g) Pola anular, yaitu pola aliran sungai yang membentuk suatu lingkaran.
h) Pola paralel, yaitu pola aliran sungai yang bentuknya sejajar antara satu sungai dengan sungai lainnya.
Jenis sungai berdasarkan debit airnya
Berdasarkan debit airnya, sungai dibedakan menjadi sungai permanen dan sungai periodik.
a) Sungai permanen, yaitu sungai yang debit airnya tetap sepanjang tahun. Contohnya sungai-sungai di Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
b) Sungai periodik, yaitu sungai yang debit airnya tidak tetap sepanjang tahun. Pada saat musim kemarau datang, alirannya semakin kecil atau bahkan menjadi kering. Contohnya sungai-sungai di Jawa dan Nusa Tenggara.
a) Pola dendritik, yaitu pola sungai yang bentuknya tidak teratur, dan menyerupai tulang daun.
b) Pola trelis, yaitu pola sungai yang aliran sungai induknya relatif sejajar dengan anak-anak sungainya, sehingga menyerupai trelis.
c) Pola rektangular, yaitu pola sungai yang aliran sungainya membentuk sudut tegak lurus antara induk dan anak-anak sungai. Hal ini terjadi karena sungai tersebut melalui sebuah patahan.
d) Pola sentripetal, yaitu pola aliran sungai yang melingkar menuju ke sebuah titik atau pusat.
e) Pola radial, yaitu pola aliran sungai yang menjauhi sebuah gunung atau memusat ke suatu wilayah cekungan.
f) Pola pinatte, yaitu pola aliran sungai yang muara dan anak-anak sungainya membentuk sudut lancip.
g) Pola anular, yaitu pola aliran sungai yang membentuk suatu lingkaran.
h) Pola paralel, yaitu pola aliran sungai yang bentuknya sejajar antara satu sungai dengan sungai lainnya.
Jenis sungai berdasarkan debit airnya
Berdasarkan debit airnya, sungai dibedakan menjadi sungai permanen dan sungai periodik.
a) Sungai permanen, yaitu sungai yang debit airnya tetap sepanjang tahun. Contohnya sungai-sungai di Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
b) Sungai periodik, yaitu sungai yang debit airnya tidak tetap sepanjang tahun. Pada saat musim kemarau datang, alirannya semakin kecil atau bahkan menjadi kering. Contohnya sungai-sungai di Jawa dan Nusa Tenggara.
Alis mata, kelopak mata, bulu mata, dan kelenjar air mata
Alis mata adalah rambut yang terdapat di atas mata atau di kening. Alis mata berfungsi melindungi mata kita dari tetesan keringat. Air keringat merupakan zat sisa yang dikeluarkan dari tubuh. Jika kita menghilangkan alis mata maka keringat akan mengenai mata kita sehingga akan terasa pedih.
Mata kita dapat ditutup oleh kelopak mata. Kelopak mata melindungi mata kita dari debu atau sentuhan benda lain. Jika ada benda yang akan masuk ke bola mata, kelopak mata secara refleks akan menutup. Kelopak mata berfungsi pula melindungi bola mata ketika tidur dan meratakan air mata ke seluruh permukaan mata.
Bulu mata merupakan rambut-rambut yang terletak di ujung-ujung kelopak mata. Bulu mata melindungi mata kita dari cahaya yang menyilaukan karena bulu mata yang berwarna hitam dapat menyerap sebagian cahaya.
Kelenjar air mata terletak di bawah kelopak mata. Kelanjar air mata ini menghasilkan air mata. Air mata berfungsi membasahi dan membersihkan bola mata. Jika ada debu atau kotoran yang masuk ke mata, maka kelenjar air mata akan mengeluarkan air mata yang lebih banyak sehingga debu atau kotoran dapat dikeluarkan. Selain itu, air mata mengandung zat yang dapat membunuh bibit penyakit seperti bakteri, virus.
Mata kita dapat ditutup oleh kelopak mata. Kelopak mata melindungi mata kita dari debu atau sentuhan benda lain. Jika ada benda yang akan masuk ke bola mata, kelopak mata secara refleks akan menutup. Kelopak mata berfungsi pula melindungi bola mata ketika tidur dan meratakan air mata ke seluruh permukaan mata.
Bulu mata merupakan rambut-rambut yang terletak di ujung-ujung kelopak mata. Bulu mata melindungi mata kita dari cahaya yang menyilaukan karena bulu mata yang berwarna hitam dapat menyerap sebagian cahaya.
Kelenjar air mata terletak di bawah kelopak mata. Kelanjar air mata ini menghasilkan air mata. Air mata berfungsi membasahi dan membersihkan bola mata. Jika ada debu atau kotoran yang masuk ke mata, maka kelenjar air mata akan mengeluarkan air mata yang lebih banyak sehingga debu atau kotoran dapat dikeluarkan. Selain itu, air mata mengandung zat yang dapat membunuh bibit penyakit seperti bakteri, virus.
Pancaindra
Untuk dapat beradaptasi dengan lingkungannya manusia memerlukan alat yang dapat mengenali keadaan lingkungan di sekitarnya. Oleh karena itu, Tuhan melengkapi manusia dengan lima alat indra atau pancaindra, yaitu indra peraba (kulit), indra penglihatan (mata), indra pendengar (telinga), indra penciuman (hidung), dan indra pengecap (lidah).
Pancaindra berfungsi menerima rangsang yang berasal dari lingkungan. Setiap rangsang yang diterima oleh pancaindra diteruskan ke otak melalui urat-urat syaraf. Kemudian, oleh otak rangsang diartikan sehingga kita dapat mengenali keadaan lingkungan.
Mata
Dua bola mata kita terletak di rongga mata yang terdapat pada tulang tengkorak. Dengan demikian, mata kita aman dari benturan yang keras karena dilindungi oleh tulang pipi dan tulang dahi yang menonjol.
Mata terdiri dari mata bagian luar dan mata bagian dalam. Fungsi utama mata bagian luar adalah sebagai pelindung bola mata, sedangkan mata bagian dalam berfungsi sebagai indra penglihatan.
Mata bagian luar terdiri atas alis mata, kelopak mata, bulu mata, dan kelenjar air mata.
Mata bagian dalam terdiri dari kornea, lensa mata, iris, pupil, retina, dan saraf penglihatan. Mata akan berfungsi dengan baik jika semua bagian-bagian tersebut berfungsi dalam keadaan baik pula.
Pancaindra berfungsi menerima rangsang yang berasal dari lingkungan. Setiap rangsang yang diterima oleh pancaindra diteruskan ke otak melalui urat-urat syaraf. Kemudian, oleh otak rangsang diartikan sehingga kita dapat mengenali keadaan lingkungan.
Mata
Dua bola mata kita terletak di rongga mata yang terdapat pada tulang tengkorak. Dengan demikian, mata kita aman dari benturan yang keras karena dilindungi oleh tulang pipi dan tulang dahi yang menonjol.
Mata terdiri dari mata bagian luar dan mata bagian dalam. Fungsi utama mata bagian luar adalah sebagai pelindung bola mata, sedangkan mata bagian dalam berfungsi sebagai indra penglihatan.
Mata bagian luar terdiri atas alis mata, kelopak mata, bulu mata, dan kelenjar air mata.
Mata bagian dalam terdiri dari kornea, lensa mata, iris, pupil, retina, dan saraf penglihatan. Mata akan berfungsi dengan baik jika semua bagian-bagian tersebut berfungsi dalam keadaan baik pula.
Hewan melahirkan (vivipar) dan ovovivipar
Vivipar adalah hewan yang melahirkan anak. Hewan melahirkan atau vivipar mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
- janin tumbuh di dalam rahim induk betina (masa kehamilan)
- janin memperoleh makanan dari induknya dengan perantaraan tali pusat atau plasenta
- pertumbuhan janin relatif lambat
- bentuk tubuh anak yang lahir sama dengan bentuk tubuh induk
- mempunyai daun telinga
- induk betina mempunyai kelenjar susu, sehingga dapat menyusui anaknya.
Hewan menyusui anaknya disebut mamalia. Contoh hewan melahirkan antara lain kambing, gajah, kucing, singa, tikus, kerbau, kelelawar, sapi, kuda, beruang, paus, lumba-lumba, dan sebagainya.
Kadal sebenarnya merupakan hewan bertelur, tetapi telurnya menetas di dalam tubuh induk betina kemudian anaknya keluar dari tubuh induk betina. Hewan yang demikian disebut sebagai hewan bertelur-melahirkan atau ovovivipar. Hewan lainnya yang termasuk ovovivipar antara lain buaya, beberapa jenis ular dan ikan hiu. Ciri-ciri ovovivipar sama dengan ciri-ciri ovipar.
- janin tumbuh di dalam rahim induk betina (masa kehamilan)
- janin memperoleh makanan dari induknya dengan perantaraan tali pusat atau plasenta
- pertumbuhan janin relatif lambat
- bentuk tubuh anak yang lahir sama dengan bentuk tubuh induk
- mempunyai daun telinga
- induk betina mempunyai kelenjar susu, sehingga dapat menyusui anaknya.
Hewan menyusui anaknya disebut mamalia. Contoh hewan melahirkan antara lain kambing, gajah, kucing, singa, tikus, kerbau, kelelawar, sapi, kuda, beruang, paus, lumba-lumba, dan sebagainya.
Kadal sebenarnya merupakan hewan bertelur, tetapi telurnya menetas di dalam tubuh induk betina kemudian anaknya keluar dari tubuh induk betina. Hewan yang demikian disebut sebagai hewan bertelur-melahirkan atau ovovivipar. Hewan lainnya yang termasuk ovovivipar antara lain buaya, beberapa jenis ular dan ikan hiu. Ciri-ciri ovovivipar sama dengan ciri-ciri ovipar.
Rabu, 15 Juni 2016
Ilmu sejarah, zaman prasejarah, paleontologi, fosil manusia purba
Ilmu yang mempelajari tentang kehidupan manusia pada masa lampau disebut ilmu sejarah.
Ilmu yang mempelajari tentang fosil manusia purba disebut paleontologi.
Sisa-sisa makhluk hidup pada zaman purba yang telah membatu disebut fosil.
Perunggu dan besi digunakan oleh manusia purba yaitu pada masa perundagian.
Alat-alat pada zaman prasejarah yang telah ditinggalkan oleh manusia purba berupa batu halus adalah pada masa bercocok tanam.
Ciri khusus zaman batu tua antara lain belum mengenal seni.
Suatu tugu yang terbuat dari batu besar, sebagai tempat pemujaan arwah di zaman megalitikum adalah menhir.
Zaman yang sedikit peninggalannya, karena sifat barangnya yang berkarat adalah zaman besi.
Peninggalan yang tidak ditemukan di Indonesia adalah zaman tembaga dan besi.
Fosil-fosil manusia purba tertua di Indonesia berdasarkan penyelidikan para ahli ditemukan di daerah Sangiran.
Penemu fosil manusia purba di Wajak adalah Eugene Dubois.
Zaman batu madya disebut juga mesolitikum.
Kelebihan manusia dibanding dengan makhluk lain adalah adanya akal dan moral.
Pengertian manusia purba adalah manusia yang ditemukan dalam keadaan fosil.
Sumber sejarah yang bermanfaat bagi penelitian kehidupan manusia purba yaitu artefak dan fosil.
Ilmu yang mempelajari tentang fosil manusia purba disebut paleontologi.
Sisa-sisa makhluk hidup pada zaman purba yang telah membatu disebut fosil.
Perunggu dan besi digunakan oleh manusia purba yaitu pada masa perundagian.
Alat-alat pada zaman prasejarah yang telah ditinggalkan oleh manusia purba berupa batu halus adalah pada masa bercocok tanam.
Ciri khusus zaman batu tua antara lain belum mengenal seni.
Suatu tugu yang terbuat dari batu besar, sebagai tempat pemujaan arwah di zaman megalitikum adalah menhir.
Zaman yang sedikit peninggalannya, karena sifat barangnya yang berkarat adalah zaman besi.
Peninggalan yang tidak ditemukan di Indonesia adalah zaman tembaga dan besi.
Fosil-fosil manusia purba tertua di Indonesia berdasarkan penyelidikan para ahli ditemukan di daerah Sangiran.
Penemu fosil manusia purba di Wajak adalah Eugene Dubois.
Zaman batu madya disebut juga mesolitikum.
Kelebihan manusia dibanding dengan makhluk lain adalah adanya akal dan moral.
Pengertian manusia purba adalah manusia yang ditemukan dalam keadaan fosil.
Sumber sejarah yang bermanfaat bagi penelitian kehidupan manusia purba yaitu artefak dan fosil.
Pengertian biologi
Biologi adalah bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Biologi dapat dibagi-bagi lagi menjadi:
- Botani: ilmu mengenai tumbuh-tumbuhan.
- Zoologi: ilmu mengenai hewan.
- Mikrobiologi: ilmu tentang mikroba.
- Histologi: ilmu tentang jaringan.
- Anatomi: ilmu tentang bagian-bagian tubuh.
- Taksonomi: sistematik/penggolongan.
Ciri-ciri makhluk hidup, yaitu:
- Bernafas: menghirup oksigen.
- Makan: mendapatkan tenaga atau energi.
- Tumbuh: bertambah besar.
- Bergerak: menuju ke suatu arah.
- Mempertahankan diri: menjaga kehidupan.
- Berkembang biak: menjaga kelangsungan keturunan.
Metode dan sikap ilmiah dalam mempelajari biologi
Metode yang digunakan dalam mempelajari biologi adalah metode ilmiah.
Tahap-tahap kerja metode ilmiah, yaitu:
a. Merumuskan masalah: tentang penyakit.
b. Menyelidiki atau mengumpulkan data: penyebab penyakit.
c. Menyusun hipotesa: hubungan penyakit dengan kuman-kuman dan sumber makanan.
d. Melakukan percobaan: membedakan satu kelompok dengan mutu makanan yang baik dan satu kelompok dengan mutu makanan yang kurang baik.
e. Membuat kesimpulan: mencegah penyakit perlu mutu makanan yang baik.
f. Menguji kesimpulan: melakukan percobaan kembali.
Kegunaan metode ilmiah, antara lain:
- Untuk mengungkapkan rahasia alam.
- Untuk menghasilkan penemuan berguna.
- Untuk mencegah masalah.
- Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.
Biologi dapat dibagi-bagi lagi menjadi:
- Botani: ilmu mengenai tumbuh-tumbuhan.
- Zoologi: ilmu mengenai hewan.
- Mikrobiologi: ilmu tentang mikroba.
- Histologi: ilmu tentang jaringan.
- Anatomi: ilmu tentang bagian-bagian tubuh.
- Taksonomi: sistematik/penggolongan.
Ciri-ciri makhluk hidup, yaitu:
- Bernafas: menghirup oksigen.
- Makan: mendapatkan tenaga atau energi.
- Tumbuh: bertambah besar.
- Bergerak: menuju ke suatu arah.
- Mempertahankan diri: menjaga kehidupan.
- Berkembang biak: menjaga kelangsungan keturunan.
Metode dan sikap ilmiah dalam mempelajari biologi
Metode yang digunakan dalam mempelajari biologi adalah metode ilmiah.
Tahap-tahap kerja metode ilmiah, yaitu:
a. Merumuskan masalah: tentang penyakit.
b. Menyelidiki atau mengumpulkan data: penyebab penyakit.
c. Menyusun hipotesa: hubungan penyakit dengan kuman-kuman dan sumber makanan.
d. Melakukan percobaan: membedakan satu kelompok dengan mutu makanan yang baik dan satu kelompok dengan mutu makanan yang kurang baik.
e. Membuat kesimpulan: mencegah penyakit perlu mutu makanan yang baik.
f. Menguji kesimpulan: melakukan percobaan kembali.
Kegunaan metode ilmiah, antara lain:
- Untuk mengungkapkan rahasia alam.
- Untuk menghasilkan penemuan berguna.
- Untuk mencegah masalah.
- Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.
Iklim Schmidt dan Ferguson
Iklim Schmidt dan Ferguson didasarkan pada perbandingan rata-rata bulan kering selama satu tahun dalam jangka waktu minimal 10 tahun. Kriteria yang digunakan untuk menentukan bulan kering, basah, dan lembab, yaitu sebagai berikut:
1) Bulan kering, apabila jumlah curah hujan kurang dari 60 mm.
2) Bulan lembab, apabila jumlah curah hujan 60 mm – 100 mm.
3) Bulan basah, apabila jumlah curah hujan lebih dari 100 mm.
Untuk menentukan tipe iklim digunakan nilai Q1, yaitu sebagai berikut:
Q = jumlah rata-rata bulan kering selama satu tahun / jumlah rata-rata bulan basah selama satu tahun X 100%.
1) Bulan kering, apabila jumlah curah hujan kurang dari 60 mm.
2) Bulan lembab, apabila jumlah curah hujan 60 mm – 100 mm.
3) Bulan basah, apabila jumlah curah hujan lebih dari 100 mm.
Untuk menentukan tipe iklim digunakan nilai Q1, yaitu sebagai berikut:
Q = jumlah rata-rata bulan kering selama satu tahun / jumlah rata-rata bulan basah selama satu tahun X 100%.
Iklim matahari
Iklim matahari ditentukan atas dasar besarnya intensitas penyinaran matahari terhadap permukaan bumi atau berdasarkan posisi peredaran semu matahari tahunan. Selama 6 bulan matahari berada di belahan bumi utara dan 6 bulan di belahan bumi bagian selatan. Gerakan matahari tahunan bergeser di antara 23 ½ derajat Lintang Utara (garis balik utara) sampai 23 ½ derajat Lintang Selatan (garis balik selatan).
Iklim matahari digolongkan menjadi sebagai berikut:
1) Iklim tropis, adalah iklim yang berada pada daerah yang selalu memperoleh sinar matahari sepanjang tahun. Iklim ini berada pada posisi 23 ½ derajat Lintang Utara sampai 23 ½ derajat Lintang Selatan. Temperatur bulanan rata-rata di atas 18 derajat celcius.
2) Iklim subtropis. Berada pada posisi astronomis 23 ½ derajat Lintang Utara sampai 40 derajat Lintang Utara dan 23 ½ derajat Lintang Selatan sampai 40 derajat Lintang Selatan.
3) Iklim sedang. Berada pada posisi astronomis 40 derajat Lintang Utara sampai 66 ½ derajat Lintang Utara dan 40 derajat Lintang Selatan sampai 66 ½ derajat Lintang Selatan.
4) Iklim dingin atau kutub. Berada pada posisi astronomis 66 ½ derajat Lintang Utara sampai 90 derajat Lintang Utara dan 66 ½ derajat Lintang Selatan sampai 90 derajat Lintang Selatan.
Iklim matahari digolongkan menjadi sebagai berikut:
1) Iklim tropis, adalah iklim yang berada pada daerah yang selalu memperoleh sinar matahari sepanjang tahun. Iklim ini berada pada posisi 23 ½ derajat Lintang Utara sampai 23 ½ derajat Lintang Selatan. Temperatur bulanan rata-rata di atas 18 derajat celcius.
2) Iklim subtropis. Berada pada posisi astronomis 23 ½ derajat Lintang Utara sampai 40 derajat Lintang Utara dan 23 ½ derajat Lintang Selatan sampai 40 derajat Lintang Selatan.
3) Iklim sedang. Berada pada posisi astronomis 40 derajat Lintang Utara sampai 66 ½ derajat Lintang Utara dan 40 derajat Lintang Selatan sampai 66 ½ derajat Lintang Selatan.
4) Iklim dingin atau kutub. Berada pada posisi astronomis 66 ½ derajat Lintang Utara sampai 90 derajat Lintang Utara dan 66 ½ derajat Lintang Selatan sampai 90 derajat Lintang Selatan.
Iklim laut dan iklim darat
Iklim laut merupakan iklim yang dipengaruhi oleh permukaan air yang luas, memiliki sifat relatif berawan, basah, banyak hujan, dan amplitudo temperatur harian dan tahunan yang sedang. Iklim laut dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut:
a) Di daerah tropis dan subtropis sampai garis lintang 40 derajat. Ciri-cirinya antara lain suhu rata-rata tahunan rendah, amplitudo suhu harian rendah, dan banyak awan serta sering turun hujan lebat yang disertai badai.
b) Di daerah sedang. Ciri-cirinya antara lain amplitudo suhu harian dan tahunan yang kecil, banyak awan dan hujan rintik-rintik, dan pergantian antara panas dan dingin terjadi tidak secara mendadak.
Iklim darat merupakan iklim yang dipengaruhi oleh daratan yang luas, memiliki sifat relatif tidak berawan, hujan sedikit, dan mempunyai amplitudo temperatur harian dan tahunan yang besar. Iklim darat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut:
a) Di daerah tropis dan subtropis sampai lintang 40 derajat. Ciri-cirinya antara lain amplitudo suhu harian yang sangat besar dan amplitudo suhu tahunan yang kecil serta curah hujan yang sedikit.
b) Di daerah sedang. Ciri-cirinya antara lain amplitudo suhu tahunan besar, suhu rata-rata pada musim panas cukup tinggi dan rendah pada musim dingin serta curah hujan sangat sedikit yang jatuh pada musim panas.
a) Di daerah tropis dan subtropis sampai garis lintang 40 derajat. Ciri-cirinya antara lain suhu rata-rata tahunan rendah, amplitudo suhu harian rendah, dan banyak awan serta sering turun hujan lebat yang disertai badai.
b) Di daerah sedang. Ciri-cirinya antara lain amplitudo suhu harian dan tahunan yang kecil, banyak awan dan hujan rintik-rintik, dan pergantian antara panas dan dingin terjadi tidak secara mendadak.
Iklim darat merupakan iklim yang dipengaruhi oleh daratan yang luas, memiliki sifat relatif tidak berawan, hujan sedikit, dan mempunyai amplitudo temperatur harian dan tahunan yang besar. Iklim darat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut:
a) Di daerah tropis dan subtropis sampai lintang 40 derajat. Ciri-cirinya antara lain amplitudo suhu harian yang sangat besar dan amplitudo suhu tahunan yang kecil serta curah hujan yang sedikit.
b) Di daerah sedang. Ciri-cirinya antara lain amplitudo suhu tahunan besar, suhu rata-rata pada musim panas cukup tinggi dan rendah pada musim dingin serta curah hujan sangat sedikit yang jatuh pada musim panas.
Iklim Koppen
Pembagian iklim Koppen didasarkan pada persebaran tumbuhan di muka bumi yang dikelompokkan menjadi sebagai berikut:
1) Iklim A (hujan tropis). Suhu bulanan >18 derajat celcius, tidak memiliki musim dingin dan curah hujan tinggi.
2) Iklim B (kering). Penguapan lebih besar daripada curah hujan sepanjang tahun. Air permukaan sangat kurang sehingga tidak terdapat sungai yang permanen.
3) Iklim C (sejuk – lembab). Suhu rata-rata bulanan lebih besar dari -3 derajat celcius dan kurang dari 18 derajat celcius.
4) Iklim D (hujan salju). Suhu rata-rata bulan terpanas di bawah 10 derajat celcius. Iklim ini tidak memiliki musim panas yang berarti.
1) Iklim A (hujan tropis). Suhu bulanan >18 derajat celcius, tidak memiliki musim dingin dan curah hujan tinggi.
2) Iklim B (kering). Penguapan lebih besar daripada curah hujan sepanjang tahun. Air permukaan sangat kurang sehingga tidak terdapat sungai yang permanen.
3) Iklim C (sejuk – lembab). Suhu rata-rata bulanan lebih besar dari -3 derajat celcius dan kurang dari 18 derajat celcius.
4) Iklim D (hujan salju). Suhu rata-rata bulan terpanas di bawah 10 derajat celcius. Iklim ini tidak memiliki musim panas yang berarti.
Idiom dan peribahasa
Idiom adalah ungkapan bahasa yang berupa gabungan kata yang maknanya sudah menyatu.
Contoh:
a. kecil hati, kepala batu (hubungan dengan bagian tubuh)
b. perang dingin, tertangkap basah (hubungan dengan indera)
c. merah darah, jago merah (hubungan dengan warna)
d. dibumihanguskan, makan tanah (hubungan dengan alam)
Peribahasa adalah kalimat atau kelompok perkataan yang tetap susunannya dan biasanya mengiaskan suatu maksud tertentu.
Contoh:
a. habis manis sepah dibuang (sesuatu yang sudah tidak dipakai dibuang begitu saja)
b. besar pasak daripada tiang (pengeluaran lebih besar daripada pendapatan)
c. tong kosong nyaring bunyinya (orang yang banyak bicaranya, biasanya tidak berilmu).
Contoh:
a. kecil hati, kepala batu (hubungan dengan bagian tubuh)
b. perang dingin, tertangkap basah (hubungan dengan indera)
c. merah darah, jago merah (hubungan dengan warna)
d. dibumihanguskan, makan tanah (hubungan dengan alam)
Peribahasa adalah kalimat atau kelompok perkataan yang tetap susunannya dan biasanya mengiaskan suatu maksud tertentu.
Contoh:
a. habis manis sepah dibuang (sesuatu yang sudah tidak dipakai dibuang begitu saja)
b. besar pasak daripada tiang (pengeluaran lebih besar daripada pendapatan)
c. tong kosong nyaring bunyinya (orang yang banyak bicaranya, biasanya tidak berilmu).
Hutan lindung
Indonesia adalah negara kepulauan dan beriklim tropis. Negeri ini cukup mendapat sinar matahari dan curahan hujan sepanjang tahun, tanahnya luas, subur, berlembah, berbukit, dan bergunung. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika di negara kita ini tumbuh hutan yang sangat luas.
Beberapa jenis hutan adalah hutan alam, hutan produksi, hutan wisata, hutan suaka alam, dan hutan lindung. Hutan alam adalah hutan yang tumbuh dan terjadi secara alami. Hutan produksi adalah hutan yang disiapkan secara khusus untuk memproduksi kayu tertentu bagi pembangunan dan perdagangan. hutan lindung adalah hutan yang keadaan alamnya sedemikian rupa sehingga pengaruhnya sangat baik terhadap tanah.
Hutan lindung mempunyai berbagai fungsi. Hutan lindung berfungsi sebagai penampung air di musim hujan dan sebagai sumber air. Hutan ini juga berfungsi sebagai pengatur suhu, dan sebagai tempat berkembangbiak satwa tertentu. Fungsi lainnya adalah sebagai pertahanan dan keamanan.
(dikutip dari PBI jilid 3 hal 64)
Beberapa jenis hutan adalah hutan alam, hutan produksi, hutan wisata, hutan suaka alam, dan hutan lindung. Hutan alam adalah hutan yang tumbuh dan terjadi secara alami. Hutan produksi adalah hutan yang disiapkan secara khusus untuk memproduksi kayu tertentu bagi pembangunan dan perdagangan. hutan lindung adalah hutan yang keadaan alamnya sedemikian rupa sehingga pengaruhnya sangat baik terhadap tanah.
Hutan lindung mempunyai berbagai fungsi. Hutan lindung berfungsi sebagai penampung air di musim hujan dan sebagai sumber air. Hutan ini juga berfungsi sebagai pengatur suhu, dan sebagai tempat berkembangbiak satwa tertentu. Fungsi lainnya adalah sebagai pertahanan dan keamanan.
(dikutip dari PBI jilid 3 hal 64)
Hutan hujan tropis, hutan musim, sabana, stepa
Ciri hutan hujan tropis:
1) banyak ditumbuhi tumbuhan raksasa yang daunnya lebat (pohon meranti, bendo, dan laban)
2) tumbuhan raksasa itu dibelit dengan tumbuhan sulur dan tempeli epifit (tumbuhan sulur contohnya: rotan, tumbuhan epifit contohnya anggrek)
3) di bawah tumbuhan raksasa itu hidup ribuan jenis tumbuhan kecil (contohnya pakis dan perdu).
Persebaran: sumatera, kalimantan, sulawesi, dan papua.
Ciri hutan musim: pohon-pohon di hutan ini daunnya meranggas di musim kemarau dan tumbuh lagi di musim penghujan. Contoh: hutan jati.
Persebaran: jawa dan sulawesi.
Ciri sabana: terdapat padang rumput yang diselingi semak belukar.
Persebaran: di daerah yang bersuhu tinggi dengan curah hujan sedikit. Misalnya di nusa tenggara barat, nusa tenggara timur, dan sulawesi tengah.
Ciri stepa: padang rumput tanpa semak belukar.
Persebaran: di daerah yang suhu udaranya tinggi dengan curah hujan sedikit sekali. Misalnya nusa tenggara timur dan sulawesi tengah.
1) banyak ditumbuhi tumbuhan raksasa yang daunnya lebat (pohon meranti, bendo, dan laban)
2) tumbuhan raksasa itu dibelit dengan tumbuhan sulur dan tempeli epifit (tumbuhan sulur contohnya: rotan, tumbuhan epifit contohnya anggrek)
3) di bawah tumbuhan raksasa itu hidup ribuan jenis tumbuhan kecil (contohnya pakis dan perdu).
Persebaran: sumatera, kalimantan, sulawesi, dan papua.
Ciri hutan musim: pohon-pohon di hutan ini daunnya meranggas di musim kemarau dan tumbuh lagi di musim penghujan. Contoh: hutan jati.
Persebaran: jawa dan sulawesi.
Ciri sabana: terdapat padang rumput yang diselingi semak belukar.
Persebaran: di daerah yang bersuhu tinggi dengan curah hujan sedikit. Misalnya di nusa tenggara barat, nusa tenggara timur, dan sulawesi tengah.
Ciri stepa: padang rumput tanpa semak belukar.
Persebaran: di daerah yang suhu udaranya tinggi dengan curah hujan sedikit sekali. Misalnya nusa tenggara timur dan sulawesi tengah.
Hutan hujan tropis, hutan musim, sabana dan stepa
Hutan hujan tropis adalah hutan yang terdiri atas beraneka ragam pohon dari semak belukar sampai pohon setinggi 60 m. Hutan ini terdapat di Sumatra, Kalimantan, dan Papua.
Hutan musim adalah hutan yang menggugurkan daunnya saat musim kemarau dan akan tumbuh lagi setelah turun hujan. Misalnya hutan jati dan bambu.
Sabana adalah padang rumput yang diselingi dengan semak belukar, sedangkan stepa adalah padang rumput yang sangat luas. Sabana dan stepa terbentuk karena sedikitnya curah hujan yang terdapat di suatu daerah, sehingga vegetasi yang tumbuh hanya berupa rerumputan. Hutan ini terdapat di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Hutan alami (primer), hutan buatan (sekunder), hutan berdaun lebar dan runcing
Hutan alami (primer) adalah hutan yang kondisinya masih utuh semenjak tumbuh. Contohnya hutan hujan tropis.
Hutan buatan (sekunder) adalah hutan yang ditanami oleh manusia atau telah ada campur tangan manusia. Contohnya hutan pinus.
Hutan berdaun lebar adalah jenis hutan yang pohonnya berdaun lebar. Misalnya hutan jati, hutan bakau, dan hutan tropis.
Hutan berdaun runcing adalah hutan yang pepohonannya berdaun runcing, biasanya terdapat di daerah iklim sedang. Misalnya hutan pinus, hutan cemara, dan lain-lain.
Hutan musim adalah hutan yang menggugurkan daunnya saat musim kemarau dan akan tumbuh lagi setelah turun hujan. Misalnya hutan jati dan bambu.
Sabana adalah padang rumput yang diselingi dengan semak belukar, sedangkan stepa adalah padang rumput yang sangat luas. Sabana dan stepa terbentuk karena sedikitnya curah hujan yang terdapat di suatu daerah, sehingga vegetasi yang tumbuh hanya berupa rerumputan. Hutan ini terdapat di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Hutan alami (primer), hutan buatan (sekunder), hutan berdaun lebar dan runcing
Hutan alami (primer) adalah hutan yang kondisinya masih utuh semenjak tumbuh. Contohnya hutan hujan tropis.
Hutan buatan (sekunder) adalah hutan yang ditanami oleh manusia atau telah ada campur tangan manusia. Contohnya hutan pinus.
Hutan berdaun lebar adalah jenis hutan yang pohonnya berdaun lebar. Misalnya hutan jati, hutan bakau, dan hutan tropis.
Hutan berdaun runcing adalah hutan yang pepohonannya berdaun runcing, biasanya terdapat di daerah iklim sedang. Misalnya hutan pinus, hutan cemara, dan lain-lain.
Hutan heterogen dan hutan homogen
Hutan heterogen adalah hutan yang terdiri atas beraneka ragam jenis tumbuhan, dari pohon-pohon rendah sampai pohon yang tinggi. Hutan ini biasanya bersifat alami atau primer, contohnya hutan hujan tropis.
Hutan homogen adalah hutan yang terdiri atas satu jenis pohon dan biasanya merupakan hutan hasil budi daya. Contoh hutan homogen seperti hutan jati, hutan mahoni, hutan bakau, dan lain-lain.
Hutan payau, hutan rawa, hutan gambut, dataran rendah, dan pegunungan
Hutan payau adalah hutan yang terdapat di daerah pantai. Umumnya hutan ini ditumbuhi oleh tanaman bakau, mangrove atau nipah.
Hutan rawa adalah hutan yang terdapat di daerah rawa.
Hutan gambut adalah hutan yang terdapat di daerah tanah gambut.
Hutan dataran rendah adalah hutan yang terdapat di daerah berketinggian <200 m.
Hutan pegunungan adalah hutan yang terdapat di daerah pegunungan.
Hutan homogen adalah hutan yang terdiri atas satu jenis pohon dan biasanya merupakan hutan hasil budi daya. Contoh hutan homogen seperti hutan jati, hutan mahoni, hutan bakau, dan lain-lain.
Hutan payau, hutan rawa, hutan gambut, dataran rendah, dan pegunungan
Hutan payau adalah hutan yang terdapat di daerah pantai. Umumnya hutan ini ditumbuhi oleh tanaman bakau, mangrove atau nipah.
Hutan rawa adalah hutan yang terdapat di daerah rawa.
Hutan gambut adalah hutan yang terdapat di daerah tanah gambut.
Hutan dataran rendah adalah hutan yang terdapat di daerah berketinggian <200 m.
Hutan pegunungan adalah hutan yang terdapat di daerah pegunungan.
Huruf kapital dan huruf miring
Huruf kapital atau huruf besar
a. huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat
b. huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung
c. huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan Tuhan, kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan
d. huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang
e. huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi atau nama tempat. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti nama orang, nama instansi, atau nama tempat
f. huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama orang. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran
g. huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk kata turunan
h. huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari raya, dan peristiwa sejarah. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa bersejarah yang tidak dipakai sebagai nama.
i. huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi. huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang tidak menjadi unsur nama diri
j. huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi kecuali kata seperti ‘dan’. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama resmi negara, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan, serta nama dokumen resmi
k. huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi
l. huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan kecuali kata seperti di, ke, dari, dan, yang, untuk, yang tidak terletak pada posisi awal
m. huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat dan sapaan
n. huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak dipakai dalam pengacauan atau penyapaan
o. huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti ‘anda’.
Huruf miring
a. huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan
b. huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata atau kelompok kata
c. huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan asing kecuali yang telah disesuaikan ejaannya.
a. huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat
b. huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung
c. huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan Tuhan, kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan
d. huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang
e. huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi atau nama tempat. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti nama orang, nama instansi, atau nama tempat
f. huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama orang. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran
g. huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk kata turunan
h. huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari raya, dan peristiwa sejarah. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa bersejarah yang tidak dipakai sebagai nama.
i. huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi. huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang tidak menjadi unsur nama diri
j. huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi kecuali kata seperti ‘dan’. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama resmi negara, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan, serta nama dokumen resmi
k. huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi
l. huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan kecuali kata seperti di, ke, dari, dan, yang, untuk, yang tidak terletak pada posisi awal
m. huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat dan sapaan
n. huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak dipakai dalam pengacauan atau penyapaan
o. huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti ‘anda’.
Huruf miring
a. huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan
b. huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata atau kelompok kata
c. huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan asing kecuali yang telah disesuaikan ejaannya.
Hukum Ohm dalam rangkaian tertutup
Beda potensial antara kutub-kutub elemen sebelum mengalirkan arus listrik disebut gaya gerak listrik.
Gaya gerak listrik pada sebuah elemen dinyatakan dengan simbol (E), hambatan yang terdapat dalam elemen dinamakan hambatan dalam dan diberi simbol (r), dan hambatan pada suatu penghantar diberi simbol (R).
Tegangan jepit yaitu besarnya beda potensial pada saat sumber tegangan mengalirkan arus listrik (V).
Jika tiba-tiba tegangan listrik di rumah anda naik, maka pengaruh terhadap lampu pijar yang sedang menyala adalah menyala semakin terang karena kuat arus naik hambatan turun.
Satuan hambatan ohm diturunkan dari satuan volt/ampere.
Gaya gerak listrik pada sebuah elemen dinyatakan dengan simbol (E), hambatan yang terdapat dalam elemen dinamakan hambatan dalam dan diberi simbol (r), dan hambatan pada suatu penghantar diberi simbol (R).
Tegangan jepit yaitu besarnya beda potensial pada saat sumber tegangan mengalirkan arus listrik (V).
Jika tiba-tiba tegangan listrik di rumah anda naik, maka pengaruh terhadap lampu pijar yang sedang menyala adalah menyala semakin terang karena kuat arus naik hambatan turun.
Satuan hambatan ohm diturunkan dari satuan volt/ampere.
Hukum Ohm, mengukur hambatan, dan hambatan penghantar
Besar kecilnya kuat arus yang mengalir tergantung pada beda potensial dan nilai hambatan.
Kuat arus yang mengalir pada kawat penghantar berbanding lurus dengan beda potensial antara kedua ujung kawat dan berbanding terbalik dengan hambatan kawat penghantar. Pernyataan tersebut dikenal dengan Hukum Ohm.
Sebuah hambatan sebesar 1 ohm merupakan hasil bagi antara beda potensial sebesar 1 volt di antara ujung-ujung penghantar menyebabkan kuat arus sebesar 1 ampere.
Besarnya hambatan dapat dihitung dengan cara angka yang ditunjukkan oleh voltmeter dibagi angka yang ditunjukkan oleh amperemeter.
Setiap jenis kawat penghantar mempunyai besar hambatan yang berbeda-beda. Besarnya hambatan pada kawat penghantar ditentukan oleh faktor-faktor sebagai berikut:
- panjang kawat penghantar
- luas penampang kawat penghantar
- jenis kawat penghantar.
Hambatan jenis adalah besarnya hambatan yang dimiliki oleh setiap 1 meter zat bila penampangnya 1 mm2. misalnya hambatan jenis tembaga 0,017 Ohm.mm2/m artinya kawat tembaga yang luas penampangnya 1 mm2 dan panjangnya 1 m mempunyai hambatan sebesar 0,017 Ohm.
Kuat arus yang mengalir pada kawat penghantar berbanding lurus dengan beda potensial antara kedua ujung kawat dan berbanding terbalik dengan hambatan kawat penghantar. Pernyataan tersebut dikenal dengan Hukum Ohm.
Sebuah hambatan sebesar 1 ohm merupakan hasil bagi antara beda potensial sebesar 1 volt di antara ujung-ujung penghantar menyebabkan kuat arus sebesar 1 ampere.
Besarnya hambatan dapat dihitung dengan cara angka yang ditunjukkan oleh voltmeter dibagi angka yang ditunjukkan oleh amperemeter.
Setiap jenis kawat penghantar mempunyai besar hambatan yang berbeda-beda. Besarnya hambatan pada kawat penghantar ditentukan oleh faktor-faktor sebagai berikut:
- panjang kawat penghantar
- luas penampang kawat penghantar
- jenis kawat penghantar.
Hambatan jenis adalah besarnya hambatan yang dimiliki oleh setiap 1 meter zat bila penampangnya 1 mm2. misalnya hambatan jenis tembaga 0,017 Ohm.mm2/m artinya kawat tembaga yang luas penampangnya 1 mm2 dan panjangnya 1 m mempunyai hambatan sebesar 0,017 Ohm.
Sumber hukum internasional
Sumber hukum internasional dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut:
a. Sumber hukum material, adalah sumber hukum yang membahas dasar berlakunya hukum suatu negara. Menurut J.G. Starke, sumber hukum material hukum internasional diartikan bahan-bahan aktual yang digunakan oleh para ahli hukum internasional untuk menetapkan hukum yang berlaku bagi suatu peristiwa.
b. Sumber hukum formal adalah sumber dari mana kita mendapatkan atau menemukan ketentuan-ketentuan hukum internasional.
Secara tertulis, sumber hukum internasional termuat dalam dua dokumen, yaitu Pasal 7 Konvensi Den Haag (18 Oktober 1907) dan Pasal 38 Piagam Mahkamah Internasional yang tercantum dalam Piagam PBB (26 Juni 1945).
Berdasarkan data di atas, Mahkamah Internasional mengadili setiap permasalahan dengan mempergunakan:
1) Perjanjian internasional, yaitu perjanjian yang diadakan antaranggota masyarakat bangsa-bangsa dan bertujuan untuk membuat hukum tertentu.
2) Kebiasaan internasional. Kebiasaan internasional yang dapat diterima yaitu kebiasaan umum yang diterima sebagai hukum.
3) Prinsip hukum umum. Prinsip hukum merupakan asas hukum yang mendasar pada hukum modern.
4) Keputusan pengadilan dan pendapat para sarjana terkemuka.
a. Sumber hukum material, adalah sumber hukum yang membahas dasar berlakunya hukum suatu negara. Menurut J.G. Starke, sumber hukum material hukum internasional diartikan bahan-bahan aktual yang digunakan oleh para ahli hukum internasional untuk menetapkan hukum yang berlaku bagi suatu peristiwa.
b. Sumber hukum formal adalah sumber dari mana kita mendapatkan atau menemukan ketentuan-ketentuan hukum internasional.
Secara tertulis, sumber hukum internasional termuat dalam dua dokumen, yaitu Pasal 7 Konvensi Den Haag (18 Oktober 1907) dan Pasal 38 Piagam Mahkamah Internasional yang tercantum dalam Piagam PBB (26 Juni 1945).
Berdasarkan data di atas, Mahkamah Internasional mengadili setiap permasalahan dengan mempergunakan:
1) Perjanjian internasional, yaitu perjanjian yang diadakan antaranggota masyarakat bangsa-bangsa dan bertujuan untuk membuat hukum tertentu.
2) Kebiasaan internasional. Kebiasaan internasional yang dapat diterima yaitu kebiasaan umum yang diterima sebagai hukum.
3) Prinsip hukum umum. Prinsip hukum merupakan asas hukum yang mendasar pada hukum modern.
4) Keputusan pengadilan dan pendapat para sarjana terkemuka.
Subjek hukum internasional
Subjek hukum adalah pihak-pihak yang dapat dibebani hak dan kewajiban yang diatur oleh hukum. Dari pengertian tersebut subjek hukum internasional meliputi hal-hal sebagai berikut:
a. Negara yang merdeka dan berdaulat. Negara adalah subjek hukum internasional. Hal ini sejalan dengan lahirnya hukum internasional itu sendiri atau sesuai dengan istilah lain dari hukum internasional.
b. Tahta suci Vatikan. Tahta suci Vatikan merupakan suatu contoh dari subjek hukum internasional selain negara. Hal ini merupakan peninggalan sejarah sejak zaman dahulu ketika Paus bukan hanya merupakan kepala Gereja Roma, tetapi memiliki kekuasaan duniawi. Tahta suci Vatikan memiliki perwakilan diplomatik di bawah ibukota negara.
c. Palang Merah Internasional. Palang Merah Internasional berkedudukan di Jenewa. Palang Merah Internasional merupakan salah satu subjek hukum internasional. Hal ini diperkuat dengan adanya beberapa perjanjian internasional, beberapa konvensi internasional tentang perlindungan korban perang.
d. Organisasi internasional. Kedudukan organisasi internasional sebagai objek hukum internasional tidak diragukan lagi, walaupun pada mulanya masih belum adanya kepastian mengenai hal ini.
e. Orang per orang (individu). Dalam arti yang terbatas orang perseorangan dapat dianggap sebagai subjek hukum internasional. Perjanjian Versailles tahun 1919 yang mengakhiri perang dunia pertama, telah menetapkan pasal-pasal yang memungkinkan orang perseorangan mengajukan perkara ke hadapan Mahkamah Arbitrase Internasional.
f. Pemberontak dan pihak dalam sengketa. Menurut hukum perang, pemberontak dapat memperoleh kedudukan dan hak sebagai pihak yang bersengketa dalam beberapa hal tertentu. Para pemberontak dianggap sebagai salah satu subjek hukum internasional yang memiliki hak yang sama untuk:
1) Menentukan nasibnya sendiri
2) Hak secara bebas memilih sistem ekonomi, politik, sosial sendiri
3) Hak menguasai sumber kekayaan alam di wilayah dari wilayah yang didudukinya.
a. Negara yang merdeka dan berdaulat. Negara adalah subjek hukum internasional. Hal ini sejalan dengan lahirnya hukum internasional itu sendiri atau sesuai dengan istilah lain dari hukum internasional.
b. Tahta suci Vatikan. Tahta suci Vatikan merupakan suatu contoh dari subjek hukum internasional selain negara. Hal ini merupakan peninggalan sejarah sejak zaman dahulu ketika Paus bukan hanya merupakan kepala Gereja Roma, tetapi memiliki kekuasaan duniawi. Tahta suci Vatikan memiliki perwakilan diplomatik di bawah ibukota negara.
c. Palang Merah Internasional. Palang Merah Internasional berkedudukan di Jenewa. Palang Merah Internasional merupakan salah satu subjek hukum internasional. Hal ini diperkuat dengan adanya beberapa perjanjian internasional, beberapa konvensi internasional tentang perlindungan korban perang.
d. Organisasi internasional. Kedudukan organisasi internasional sebagai objek hukum internasional tidak diragukan lagi, walaupun pada mulanya masih belum adanya kepastian mengenai hal ini.
e. Orang per orang (individu). Dalam arti yang terbatas orang perseorangan dapat dianggap sebagai subjek hukum internasional. Perjanjian Versailles tahun 1919 yang mengakhiri perang dunia pertama, telah menetapkan pasal-pasal yang memungkinkan orang perseorangan mengajukan perkara ke hadapan Mahkamah Arbitrase Internasional.
f. Pemberontak dan pihak dalam sengketa. Menurut hukum perang, pemberontak dapat memperoleh kedudukan dan hak sebagai pihak yang bersengketa dalam beberapa hal tertentu. Para pemberontak dianggap sebagai salah satu subjek hukum internasional yang memiliki hak yang sama untuk:
1) Menentukan nasibnya sendiri
2) Hak secara bebas memilih sistem ekonomi, politik, sosial sendiri
3) Hak menguasai sumber kekayaan alam di wilayah dari wilayah yang didudukinya.
Asas hukum publik internasional
Asas hukum publik internasional
a. Asas equality, yaitu asas persamaan derajat di antara negara yang mengadakan hubungan.
b. Asas courtesy, yaitu asas saling menghormati antarnegara yang mengadakan hubungan.
c. Asas reciprocity, yaitu adanya hubungan timbal balik dan saling menguntungkan antarnegara yang berhubungan.
d. Pacta sun servanda, yaitu setiap perjanjian yang sudah disepakati harus dilaksanakan oleh pihak-pihak yang mengadakan.
e. Asas ex aequo et bono, yaitu asas untuk menetapkan keputusan oleh pengadilan internasional atas dasar keadilan dan kebaikan.
Terwujudnya hukum internasional yang dikenal seperti sekarang ini merupakan hasil kerja keras para pakar hukum dunia di kongres Wina pada tahun 1969.
a. Asas equality, yaitu asas persamaan derajat di antara negara yang mengadakan hubungan.
b. Asas courtesy, yaitu asas saling menghormati antarnegara yang mengadakan hubungan.
c. Asas reciprocity, yaitu adanya hubungan timbal balik dan saling menguntungkan antarnegara yang berhubungan.
d. Pacta sun servanda, yaitu setiap perjanjian yang sudah disepakati harus dilaksanakan oleh pihak-pihak yang mengadakan.
e. Asas ex aequo et bono, yaitu asas untuk menetapkan keputusan oleh pengadilan internasional atas dasar keadilan dan kebaikan.
Terwujudnya hukum internasional yang dikenal seperti sekarang ini merupakan hasil kerja keras para pakar hukum dunia di kongres Wina pada tahun 1969.
Asas hukum internasional
Asas hukum internasional
a. Asas persamaan derajat
hubungan antarbangsa hendaknya didasarkan pada asas bahwa negara yang berhubungan adalah negara yang berdaulat. Secara formal memang negara-negara di dunia sudah sama derajatnya, tetapi secara faktual dan substansial masih terjadi ketidaksamaan derajat, khususnya dalam bidang ekonomi.
b. Asas teritorial
Negara memberlakukan hukum bagi semua orang dan semua barang yang ada di wilayahnya. Jadi, bagi semua orang dan semua barang yang ada di luar wilayahnya berlaku hukum internasional atau hukum asing sepenuhnya.
c. Asas kebangsaan
Setiap warga negara di manapun berada tetap harus tunduk dan patuh terhadap hukum yang berlaku di negaranya. Asas ini menekankan pada kekuasaan negara untuk warga negaranya.
1) Asas kepentingan umum
Asas ini didasarkan pada negara untuk melindungi dan mengatur kepentingan dalam kehidupan bermasyarakat. Hukum tidak berdasarkan atau terikat pada batas-batas wilayah suatu negara, tetapi menekankan pada kepentingan dalam kehidupan masyarakat.
2) Asas keterbukaan
Dalam hubungan antarbangsa yang berdasarkan hukum internasional, diperlukan adanya kesediaan masing-masing pihak untuk mengetahui secara jelas manfaat, hak, serta kewajiban dalam menjalin hubungan internasional.
a. Asas persamaan derajat
hubungan antarbangsa hendaknya didasarkan pada asas bahwa negara yang berhubungan adalah negara yang berdaulat. Secara formal memang negara-negara di dunia sudah sama derajatnya, tetapi secara faktual dan substansial masih terjadi ketidaksamaan derajat, khususnya dalam bidang ekonomi.
b. Asas teritorial
Negara memberlakukan hukum bagi semua orang dan semua barang yang ada di wilayahnya. Jadi, bagi semua orang dan semua barang yang ada di luar wilayahnya berlaku hukum internasional atau hukum asing sepenuhnya.
c. Asas kebangsaan
Setiap warga negara di manapun berada tetap harus tunduk dan patuh terhadap hukum yang berlaku di negaranya. Asas ini menekankan pada kekuasaan negara untuk warga negaranya.
1) Asas kepentingan umum
Asas ini didasarkan pada negara untuk melindungi dan mengatur kepentingan dalam kehidupan bermasyarakat. Hukum tidak berdasarkan atau terikat pada batas-batas wilayah suatu negara, tetapi menekankan pada kepentingan dalam kehidupan masyarakat.
2) Asas keterbukaan
Dalam hubungan antarbangsa yang berdasarkan hukum internasional, diperlukan adanya kesediaan masing-masing pihak untuk mengetahui secara jelas manfaat, hak, serta kewajiban dalam menjalin hubungan internasional.
Macam-macam hukum internasional
Macam-macam hukum internasional
a. Hukum internasional perdata, adalah keseluruhan kaidah-kaidah dan asas-asas hukum yang mengatur hubungan perdata yang melintasi batas-batas negara. Dengan kata lain, hukum yang mengatur hukum perdata antara pelaku-pelaku hukum yang masing-masing tunduk pada hukum perdata (nasional) yang berbeda.
b. Hukum internasional publik, adalah keseluruhan kaidah hukum yang mengatur hubungan antara negara satu dengan negara lain dalam hubungan internasional. Dalam pembicaraan selanjutnya yang dimaksud dengan hukum internasional adalah hukum publik internasional atau hukum yang mengatur hubungan antara negara yang satu dengan negara yang lain.
a. Hukum internasional perdata, adalah keseluruhan kaidah-kaidah dan asas-asas hukum yang mengatur hubungan perdata yang melintasi batas-batas negara. Dengan kata lain, hukum yang mengatur hukum perdata antara pelaku-pelaku hukum yang masing-masing tunduk pada hukum perdata (nasional) yang berbeda.
b. Hukum internasional publik, adalah keseluruhan kaidah hukum yang mengatur hubungan antara negara satu dengan negara lain dalam hubungan internasional. Dalam pembicaraan selanjutnya yang dimaksud dengan hukum internasional adalah hukum publik internasional atau hukum yang mengatur hubungan antara negara yang satu dengan negara yang lain.
Senin, 13 Juni 2016
Pengertian hubungan internasional
Hubungan internasional pada masa lampau berfokus pada kajian mengenai perang dan damai kemudian meluas untuk mempelajari perkembangan, perubahan, dan keseimbangan yang berlangsung dalam hubungan antarnegara atau antarbangsa dalam konteks sistem global tapi masih bertitik berat kepada hubungan politik yang lazim disebut “high politics”.
Hubungan internasional sering juga disebut dengan istilah Politik Internasional. Makna dan arti hubungan internasional berdasarkan Rencana Strategis Pelaksanaan Politik Luar Negeri RI (Renstra) adalah hubungan antarbangsa dalam segala aspeknya yang dilakukan oleh suatu negara untuk mencapai kepentingan nasional negara tersebut.
Konsep dari hubungan internasional berkaitan erat dengan subjek-subjek, seperti Organisasi Internasional, Diplomasi, Hukum Internasional, dan Politik Internasional.
Grayson Kirk mengemukakan 5 (lima) unsur hubungan internasional, yaitu:
a. Sifat dan berlakunya atau pelaksanaan sistem kenegaraan
b. Faktor-faktor yang memengaruhi dan menentukan kekuatan atau power suatu negara
c. Politik internasional dan politik luar negeri dari negara-negara besar
d. Sejarah hubungan internasional yang lampau
e. Pembentukan suatu tata tertib dunia.
Komponen-komponen yang harus ada dalam hubungan internasional adalah:
a. Politik internasional (international politics)
b. Studi tentang peristiwa internasional (the study of foreign affair)
c. Hukum internasional (international law)
d. Organisasi dan administrasi internasional (international organization of administration).
Bentuk dari hubungan internasional dapat berupa hubungan-hubungan, sebagai berikut:
a. Hubungan individual, berbentuk kontak-kontak pribadi yang didasari oleh kepentingan individual. Misalnya hubungan pedagang antarnegara yang mengadakan transaksi jual beli, mahasiswa yang belajar di negara lain, atau kunjungan wisatawan
b. Hubungan antarkelompok dapat berbentuk hubungan antarlembaga keagamaan, sosial, lembaga-lembaga ekonomi, dan perdagangan antarnegara
c. Hubungan antarnegara, biasanya melibatkan kepentingan nasional atau kepentingan yang sifatnya lebih luas, misalnya kerja sama ekonomi, politik, kebudayaan, ataupun pertahanan dan keamanan (hankam).
Hubungan internasional sering juga disebut dengan istilah Politik Internasional. Makna dan arti hubungan internasional berdasarkan Rencana Strategis Pelaksanaan Politik Luar Negeri RI (Renstra) adalah hubungan antarbangsa dalam segala aspeknya yang dilakukan oleh suatu negara untuk mencapai kepentingan nasional negara tersebut.
Konsep dari hubungan internasional berkaitan erat dengan subjek-subjek, seperti Organisasi Internasional, Diplomasi, Hukum Internasional, dan Politik Internasional.
Grayson Kirk mengemukakan 5 (lima) unsur hubungan internasional, yaitu:
a. Sifat dan berlakunya atau pelaksanaan sistem kenegaraan
b. Faktor-faktor yang memengaruhi dan menentukan kekuatan atau power suatu negara
c. Politik internasional dan politik luar negeri dari negara-negara besar
d. Sejarah hubungan internasional yang lampau
e. Pembentukan suatu tata tertib dunia.
Komponen-komponen yang harus ada dalam hubungan internasional adalah:
a. Politik internasional (international politics)
b. Studi tentang peristiwa internasional (the study of foreign affair)
c. Hukum internasional (international law)
d. Organisasi dan administrasi internasional (international organization of administration).
Bentuk dari hubungan internasional dapat berupa hubungan-hubungan, sebagai berikut:
a. Hubungan individual, berbentuk kontak-kontak pribadi yang didasari oleh kepentingan individual. Misalnya hubungan pedagang antarnegara yang mengadakan transaksi jual beli, mahasiswa yang belajar di negara lain, atau kunjungan wisatawan
b. Hubungan antarkelompok dapat berbentuk hubungan antarlembaga keagamaan, sosial, lembaga-lembaga ekonomi, dan perdagangan antarnegara
c. Hubungan antarnegara, biasanya melibatkan kepentingan nasional atau kepentingan yang sifatnya lebih luas, misalnya kerja sama ekonomi, politik, kebudayaan, ataupun pertahanan dan keamanan (hankam).
Hubungan internasional
Hubungan internasional berlangsung secara dinamis, berkembang sesuai dengan perkembangan kehidupan sosial manusia dan juga dipengaruhi oleh perubahan kondisi lingkungan. Oleh karena itu, ilmu hubungan internasional pun berkembang secara dinamis pula. Tujuan ilmu pengetahuan atau hakikat substansi ilmu-ilmu yang dipelajari oleh manusia adalah memahami kehidupan dan lingkungan di sekitarnya, untuk kemudian berusaha memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dengan menggunakan ilmu itu.
Hubungan antarbangsa atau negara harus dilandasi oleh prinsip persamaan derajat. Negara Indonesia dalam mengadakan suatu hubungan internasional menerapkan politik luar negeri bebas dan aktif yang diabdikan bagi kepentingan nasional. hal ini terutama ditujukan untuk kepentingan pembangunan di segala bidang serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Kenyataan bahwa suatu negara tidak dapat hidup sendiri, memperkuat pentingnya hubungan internasional yang melibatkan banyak negara. Menurut buku “Rencana Strategis Pelaksanaan Politik Luar Negeri RI (Renstra)”, hubungan internasional adalah hubungan antarbangsa dalam segala aspeknya yang dilakukan oleh suatu negara untuk mencapai kepentingan nasional negara tersebut. Ensiklopedi Amerika menyatakan bahwa hubungan internasional adalah hubungan lintas perbatasan negara yang menyangkut aspek politis, budaya, ekonomi, ataupun pertahanan dan keamanan.
Hubungan antarbangsa atau negara harus dilandasi oleh prinsip persamaan derajat. Negara Indonesia dalam mengadakan suatu hubungan internasional menerapkan politik luar negeri bebas dan aktif yang diabdikan bagi kepentingan nasional. hal ini terutama ditujukan untuk kepentingan pembangunan di segala bidang serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Kenyataan bahwa suatu negara tidak dapat hidup sendiri, memperkuat pentingnya hubungan internasional yang melibatkan banyak negara. Menurut buku “Rencana Strategis Pelaksanaan Politik Luar Negeri RI (Renstra)”, hubungan internasional adalah hubungan antarbangsa dalam segala aspeknya yang dilakukan oleh suatu negara untuk mencapai kepentingan nasional negara tersebut. Ensiklopedi Amerika menyatakan bahwa hubungan internasional adalah hubungan lintas perbatasan negara yang menyangkut aspek politis, budaya, ekonomi, ataupun pertahanan dan keamanan.
Hubungan akun dalam persamaan akuntansi
Persamaan akuntansi merupakan dasar pencatatan akuntansi dengan sistem berpasangan. Setiap transaksi dicatat berdasarkan prinsip keseimbangan. Pengaruh transaksi mengakibatkan keseimbangan antara aktiva dan pasiva. Hubungan antara aktiva dengan pasiva dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Transaksi yang mengakibatkan perubahan harta dengan harta
Transaksi yang bisa menyebabkan terjadinya perubahan harta dengan harta suatu perusahaan adalah sebagai berikut:
1) pembelian aktiva secara tunai
2) penerimaan dari piutang usaha
3) penjualan harta tunai.
b. Transaksi yang mengakibatkan perubahan harta dengan utang
Transaksi yang bisa menyebabkan terjadinya perubahan harta dengan utang suatu perusahaan adalah sebagai berikut:
1) pembelian harta secara kredit
2) menerima pinjaman dari kreditor
3) membayar utang usaha.
c. Transaksi yang mengakibatkan perubahan harta dengan modal
Transaksi yang bisa menyebabkan terjadinya perubahan harta dengan modal suatu perusahaan adalah sebagai berikut:
1) investasi pemilik modal
2) memperoleh pendapatan
3) membayar beban
4) mengambil uang perusahaan untuk keperluan pribadi.
a. Transaksi yang mengakibatkan perubahan harta dengan harta
Transaksi yang bisa menyebabkan terjadinya perubahan harta dengan harta suatu perusahaan adalah sebagai berikut:
1) pembelian aktiva secara tunai
2) penerimaan dari piutang usaha
3) penjualan harta tunai.
b. Transaksi yang mengakibatkan perubahan harta dengan utang
Transaksi yang bisa menyebabkan terjadinya perubahan harta dengan utang suatu perusahaan adalah sebagai berikut:
1) pembelian harta secara kredit
2) menerima pinjaman dari kreditor
3) membayar utang usaha.
c. Transaksi yang mengakibatkan perubahan harta dengan modal
Transaksi yang bisa menyebabkan terjadinya perubahan harta dengan modal suatu perusahaan adalah sebagai berikut:
1) investasi pemilik modal
2) memperoleh pendapatan
3) membayar beban
4) mengambil uang perusahaan untuk keperluan pribadi.
Hormon
Di dalam tubuh kita hanya membutuhkan sedikit hormon, tetapi sangat besar pengaruhnya. Jika tubuh kita kekurangan atau kelebihan hormon akan menimbulkan banyak gangguan dalam proses kehidupan. Sedangkan hormon diperoleh dari kelenjar endokrin yaitu suatu kelenjar yang tidak memiliki saluran pengeluaran atau sering disebut kelenjar buntu. Di dalam tubuh manusia tidak pernah lepas dari hormon, walaupun hanya sedikit yang dibutuhkan, namun sangat berarti untuk proses kehidupan. Karena dengan hormon dapat membantu proses pertumbuhan, perkembangbiakan dan pertukaran zat.
Adapun kelenjar yang terdapat dalam tubuh itu dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu:
1. Kelenjar buntu, atau sering disebut kelenjar endokrin yang dapat menghasilkan hormon.
2. Kelenjar pengeluaran (ekskresi). Diantaranya kelenjar minyak, kelenjar keringat, dan kelenjar air mata.
3. Kelenjar sekresi. Kelenjar sekresi ini banyak menghasilkan enzim terutama macam-macam enzim pencernaan.
Adapun kelenjar yang terdapat dalam tubuh itu dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu:
1. Kelenjar buntu, atau sering disebut kelenjar endokrin yang dapat menghasilkan hormon.
2. Kelenjar pengeluaran (ekskresi). Diantaranya kelenjar minyak, kelenjar keringat, dan kelenjar air mata.
3. Kelenjar sekresi. Kelenjar sekresi ini banyak menghasilkan enzim terutama macam-macam enzim pencernaan.
Homo wajakensis
Pada penggalian-penggalian selanjutnya ditemukan lagi fosil manusia purba yang hampir menyerupai manusia sekarang. Manusia purba ini diduga lebih cerdas dibanding jenis manusia purba lainnya. Sebabnya telah meninggalkan sisa-sisa kebudayaannya, yaitu berupa perkakas yang terbuat dari batu dan tulang. Manusia purba Indonesia jenis Homo ini fosilnya ditemukan di daerah wajak, dekat Tulung Agung, Jawa Timur. Para ahli menyebutnya sebagai Homo Wajakensis, artinya manusia dari wajak. Tinggi badannya sekitar 130 sampai 210 cm. Berat badannya sekitar 30 sampai 150 kg. Mukanya lebar, hidungnya juga lebar, dan mulutnya menonjol. Dahinya juga menonjol, tetapi tidak seperti dahi Pithecanthropus. Manusia purba jenis ini diperkirakan hidup antara 25.000 sampai 40.000 tahun yang lalu. Jenis Homo ini merupakan manusia purba termuda yang pernah hidup di Indonesia.
Homo Wajakensis, Homo Sapiens, Homo Soloensis
Homo mempunyai arti “manusia”. Jenis manusia purba ini adalah manusia purba yang paling maju dibandingkan dengan manusia purba yang lainnya, seperti Meganthropus dan Pithecanthropus. Penemuan fosil jenis homo diawali pada tahun 1889, ketika Von Rietschoten menemukan beberapa bagian dari tengkorak dan rangka manusia di daerah dekat Tulungagung, Jawa Timur. Temuan tersebut selanjutnya diselidiki oleh Dr. Eugene Dubois dan menamainya dengan Homo Wajakensis (karena ditemukan di daerah Wajak). Lapisan asalnya adalah pleistosen atas. Homo Wajakensis termasuk ras asli Australia. Von Koenigswald menyatakan bahwa Homo Wajakensis mungkin dapat dimasukkan ke dalam jenis Homo Sapiens yang artinya manusia cerdas. Sementara itu ahli geologi yang lain Ter Haar pada tahun 1931 menemukan lapisan tanah Ngandong (Ngawi) dekat lembah Sungai Bengawan Solo dengan fosil yang dinamakan Homo Soloensis. Selanjutnya Ir. Oppenoorth pada tahun 1931 – 1932 menemukan fosil tengkorak dan tulang betis di Ngandong dari makhluk Homo Soloensis (ada juga yang menamakannya Pithecanthropus Soloensis) dari lapisan pleistosen atas.
Hewan vertebrata
Ciri utama hewan vertebrata adalah memiliki tulang punggung. Terbagi menjadi 5 kelas, yaitu:
a. Pisces (ikan)
Ciri-ciri:
- hidup di air
- bernapas dengan insang
- permukaan tubuhnya ditutupi oleh sisik
- alat geraknya berupa sirip
- suhu tubuhnya berubah-ubah, mengikuti suhu lingkungan dikenal pula dengan sebutan hewan berdarah dingin (poikiloterm)
- mempunyai gurat sisi, berfungsi mengetahui perubahan tekanan air.
Pisces dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu iklan bertulang rawan (chondrichtyes) misalnya ikan pari dan hiu, dan ikan bertulang sejati (osteichthyes) misalnya ikan emas dan ikan gurame.
b. Amfibi (kelompok katak)
Ciri-ciri:
- dalam siklus kehidupannya mengalami hidup di dua alam sebelum dewasa hidup di air, setelah dewasa hidup di darat
- permukaan tubuhnya lembut, licin, senantiasa basah, karena dihasilkan lendir
- bernapas dengan paru-paru, dan serta dengan kulit
- alat gerak berupa kaki
- termasuk hewan berdarah dingin.
Contoh: katak, bangkong (kodok).
c. Reptil (hewan melata)
Ciri-ciri:
- secara umum hidup di darat
- bernapas dengan paru-paru
- permukaan tubuhnya ditutup oleh sisik dari zat tanduk
- alat geraknya berupa kaki
- termasuk hewan berdarah dingin
- umumnya mengalami pergantian kulit.
Contoh: buaya, penyu, ular, dan kadal.
d. Aves (burung)
Ciri-ciri:
- hidup di darat
- bernapas dengan paru-paru, untuk yang bisa terbang dibantu dengan pundi-pundi hawa
- tubuhnya ditutupi oleh bulu
- alat geraknya berupa kaki dan sayap walaupun ada kelompok burung yang sayapnya telah menghilang
- suhu tubuhnya tetap, bila dipegang tubuhnya terasa hangat sehingga disebut pula hewan berdarah panas (homoiterm).
Contoh: merpati, ayam, bangau, kasuari, dan burung unta.
e. Hewan mamalia (hewan menyusui)
Ciri-ciri:
- bernapas dengan paru-paru
- hidup di darat, namun ada pula yang hidup di air
- tubuhnya ditutupi oleh rambut
- menyusui anaknya
- alat geraknya berupa kaki saja, kaki dan tangan
- suhu tubuhnya tetap (hewan berdarah panas).
Contoh: kelinci, paus, orang utan, manusia dan kangguru.
a. Pisces (ikan)
Ciri-ciri:
- hidup di air
- bernapas dengan insang
- permukaan tubuhnya ditutupi oleh sisik
- alat geraknya berupa sirip
- suhu tubuhnya berubah-ubah, mengikuti suhu lingkungan dikenal pula dengan sebutan hewan berdarah dingin (poikiloterm)
- mempunyai gurat sisi, berfungsi mengetahui perubahan tekanan air.
Pisces dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu iklan bertulang rawan (chondrichtyes) misalnya ikan pari dan hiu, dan ikan bertulang sejati (osteichthyes) misalnya ikan emas dan ikan gurame.
b. Amfibi (kelompok katak)
Ciri-ciri:
- dalam siklus kehidupannya mengalami hidup di dua alam sebelum dewasa hidup di air, setelah dewasa hidup di darat
- permukaan tubuhnya lembut, licin, senantiasa basah, karena dihasilkan lendir
- bernapas dengan paru-paru, dan serta dengan kulit
- alat gerak berupa kaki
- termasuk hewan berdarah dingin.
Contoh: katak, bangkong (kodok).
c. Reptil (hewan melata)
Ciri-ciri:
- secara umum hidup di darat
- bernapas dengan paru-paru
- permukaan tubuhnya ditutup oleh sisik dari zat tanduk
- alat geraknya berupa kaki
- termasuk hewan berdarah dingin
- umumnya mengalami pergantian kulit.
Contoh: buaya, penyu, ular, dan kadal.
d. Aves (burung)
Ciri-ciri:
- hidup di darat
- bernapas dengan paru-paru, untuk yang bisa terbang dibantu dengan pundi-pundi hawa
- tubuhnya ditutupi oleh bulu
- alat geraknya berupa kaki dan sayap walaupun ada kelompok burung yang sayapnya telah menghilang
- suhu tubuhnya tetap, bila dipegang tubuhnya terasa hangat sehingga disebut pula hewan berdarah panas (homoiterm).
Contoh: merpati, ayam, bangau, kasuari, dan burung unta.
e. Hewan mamalia (hewan menyusui)
Ciri-ciri:
- bernapas dengan paru-paru
- hidup di darat, namun ada pula yang hidup di air
- tubuhnya ditutupi oleh rambut
- menyusui anaknya
- alat geraknya berupa kaki saja, kaki dan tangan
- suhu tubuhnya tetap (hewan berdarah panas).
Contoh: kelinci, paus, orang utan, manusia dan kangguru.
Hewan menyusui (mammalia)
Ciri-ciri hewan menyusui adalah:
- berkembang biak dengan melahirkan
- menyusui anaknya
- hidupnya di darat dan di air
- memiliki dua pasang anggota badan (sepasang kaki dan sepasang sayap atau sepasang kaki dan sepasang tangan)
- berdarah panas
- bernapas dengan menggunakan paru-paru
- tubuhnya ditumbuhi bulu-bulu halus atau kasar
- ujung jarinya berkuku
- mempunyai sepasang mata
- cara mendapatkan makanannya dengan bermacam-macam (herbivora, carnivora, dan omnivora)
- mempunyai sepasang telinga, mulut dan hidung.
Sedangkan hewan menyusui dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bagian, diantaranya adalah:
1. Mammalia berkantung. Contoh: kanguru, oposum, kuskus, koala.
2. Mammalia bertelur. Contoh: platipus, echidna.
3. Bangsa kera. Contoh: gorila, simpanse, orang utan.
4. Bangsa ikan paus. Contoh: ikan duyung pesut, ikan lumba-lumba, ikan paus.
5. Bangsa mengerat. Contoh: marmut, tikus, kelinci, tupai.
6. Bangsa kelelawar. Contoh: kalong, kelelawar.
7. Mammalia berbelalai. Contoh: tapir, gajah.
8. Binatang menyusui. Contoh: kambing, kerbau, sapi.
9. Binatang menyusui yang bersisik. Contoh: trenggiling.
10. Binatang buas. Contoh: harimau, singa laut, anjing.
11. Binatang pemakan serangga. Contoh: landak dan celurut.
- berkembang biak dengan melahirkan
- menyusui anaknya
- hidupnya di darat dan di air
- memiliki dua pasang anggota badan (sepasang kaki dan sepasang sayap atau sepasang kaki dan sepasang tangan)
- berdarah panas
- bernapas dengan menggunakan paru-paru
- tubuhnya ditumbuhi bulu-bulu halus atau kasar
- ujung jarinya berkuku
- mempunyai sepasang mata
- cara mendapatkan makanannya dengan bermacam-macam (herbivora, carnivora, dan omnivora)
- mempunyai sepasang telinga, mulut dan hidung.
Sedangkan hewan menyusui dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bagian, diantaranya adalah:
1. Mammalia berkantung. Contoh: kanguru, oposum, kuskus, koala.
2. Mammalia bertelur. Contoh: platipus, echidna.
3. Bangsa kera. Contoh: gorila, simpanse, orang utan.
4. Bangsa ikan paus. Contoh: ikan duyung pesut, ikan lumba-lumba, ikan paus.
5. Bangsa mengerat. Contoh: marmut, tikus, kelinci, tupai.
6. Bangsa kelelawar. Contoh: kalong, kelelawar.
7. Mammalia berbelalai. Contoh: tapir, gajah.
8. Binatang menyusui. Contoh: kambing, kerbau, sapi.
9. Binatang menyusui yang bersisik. Contoh: trenggiling.
10. Binatang buas. Contoh: harimau, singa laut, anjing.
11. Binatang pemakan serangga. Contoh: landak dan celurut.
Hewan melata (reptilia) dan hewan amfibi (amphibia)
Ciri-ciri hewan melata adalah:
- bernapas dengan menggunakan paru-paru
- mempunyai sisik di tubuhnya yang digunakan untuk menjaga agar cairan tubuhnya tidak kering
- hewan berdarah dingin
- bergerak dengan merayap atau melata.
Sedangkan hewan melata dapat digolongkan menjadi beberapa kelas, diantaranya adalah:
1. Bangsa kadal dan cicak. Contohnya biawak, kadal, tokek, cicak terbang, bunglon.
2. Bangsa ular (ophidia). Contohnya ular entong, ular kobra, ular jagung, ular belang.
3. Bangsa buaya (crocodilia). Contohnya macam-macam buaya.
4. Bangsa kura-kura (chelonia). Contohnya kura-kura, bulus, penyu.
Ciri-ciri hewan amfibi adalah:
- mengalami metamorfosis
- berdarah dingin
- memiliki dua pasang kaki yang digunakan untuk melompat dan berenang
- berkembang biak dengan bertelur di air
- di kepalanya terdapat mulut, mata, lubang hidung yang berkatup dan selaput pendengaran
- bernapas dengan menggunakan insang dan hidupnya di dalam air itu yang berupa berudu dan bagi yang dewasa bernapas dengan paru-paru serta hidupnya di darat yang dekat dengan air
- tubuhnya ditutupi oleh kulit yang tipis dan hampir selalu basah.
- bernapas dengan menggunakan paru-paru
- mempunyai sisik di tubuhnya yang digunakan untuk menjaga agar cairan tubuhnya tidak kering
- hewan berdarah dingin
- bergerak dengan merayap atau melata.
Sedangkan hewan melata dapat digolongkan menjadi beberapa kelas, diantaranya adalah:
1. Bangsa kadal dan cicak. Contohnya biawak, kadal, tokek, cicak terbang, bunglon.
2. Bangsa ular (ophidia). Contohnya ular entong, ular kobra, ular jagung, ular belang.
3. Bangsa buaya (crocodilia). Contohnya macam-macam buaya.
4. Bangsa kura-kura (chelonia). Contohnya kura-kura, bulus, penyu.
Ciri-ciri hewan amfibi adalah:
- mengalami metamorfosis
- berdarah dingin
- memiliki dua pasang kaki yang digunakan untuk melompat dan berenang
- berkembang biak dengan bertelur di air
- di kepalanya terdapat mulut, mata, lubang hidung yang berkatup dan selaput pendengaran
- bernapas dengan menggunakan insang dan hidupnya di dalam air itu yang berupa berudu dan bagi yang dewasa bernapas dengan paru-paru serta hidupnya di darat yang dekat dengan air
- tubuhnya ditutupi oleh kulit yang tipis dan hampir selalu basah.
Langganan:
Postingan (Atom)