Seni mendengarkan tak kalah pentingnya dengan seni berbicara. Nah, untuk menjadi pendengar yang baik tidak salah dicoba kiat berikut ini:
- Gambaran secara menyeluruh. Tangkaplah kata-kata kunci dan konsep yang menggambarkan “hutan”-nya, bukan “pohon”-nya. Jangan dilupakan detailnya yang akan memperjelas gambaran.
- Jadilah pendengar yang aktif. Pusatkan perhatian pada apa yang diucapkan si pembicara, intisarikan apa yang menjadi pesan dan topic pembicaraannya, kemudian ajukan pertanyaan atau tanggapan yang perlu untuk memastikan apakah anda sudah jelas memahaminya.
- Konsentrasi. Jangan biarkan pikiran anda melayang ke mana-mana. Konsentrasikan hanya pada pembicaraan yang sedang berlangsung.
- Tunjukkan sikap kesediaan mendengar dengan menatap pembicara, mengangguk, dan memberi tanggapan.
- Jangan mengambil kesimpulan dengan tergesa-gesa. Dengarkan dahulu seluruh pembicaraannya, ajukan pertanyaan, baru mengambil kesimpulan.
- Mengatasi gangguan. Atasi gangguan (misalnya orang keluar masuk ruangan) dengan memusatkan perhatian pada pembiacraannya. Jangan terjebak dengan memusatkan perhatian pada gaya, penampilan, atau pakaian si pembicara!
- Buat catatan. Catatkan kata-kata kunci, ungkapan, dan ide yang belum jelas untuk ditanyakan nanti. Tapi jangan tulis semua kata-kata yang diucapkan si pembicara!
- Melawan kebosanan. Lawan kebosanan dengan mencari sesuatu yang berharga, yang dibangun dari pesan-pesan si pembicara meskipun kelihatannya bodoh. Bisa juga dengan memperhatikan kata atau ungkapan yang menarik untuk dijadikan bahan evaluasi.
- Rendah hati. Tempatkan diri anda pada kedudukan si pembicara, bersikaplah terbuka, sabar, dan jangan terbawa emosi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar