Proses integrasi sosial adalah proses penyesuaian di antara unsur-unsur sosial yang berbeda-beda sehingga membentuk satu kesatuan masyarakat yang serasi di dalam suatu fungsi. Salah satu sisi negatif dari kebhinekaan masyarakat Indonesia adalah sulitnya proses integrasi sosial yang dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan ras, suku, agama, dan golongan.
Di samping itu, pada setiap akhir rezim pemerintahan selalu ditandai dengan konflik, baik antargolongan maupun antarsuku yang mengarah pada perbuatan-perbuatan anarkis. Kejadian ini sering kali berkelanjutan dengan perombakan sistem tata pemerintahan dengan mengganti sebagian besar undang-undang yang pernah dibuat oleh pemerintah sebelumnya. Permasalahan ini akan dapat diatasi dengan adanya kesadaran bahwa kita adalah masyarakat majemuk yang memiliki banyak perbedaan.
Mengintegrasikan ras, suku, dan agama
Dalam menyikapi masyarakat yang multikultural diperlukan suatu kearifan dengan mengedepankan keutuhan bangsa di atas kepentingan golongan dan kepentingan pribadi. Salah satunya, yaitu dengan membuka kesempatan selebar-lebarnya bagi terselenggaranya perkawinan multiras, multisuku, toleransi beragama dengan cara-cara yang beradab dan memperhatikan hak asasi manusia. Hasil pembauran ras bersifat komplementer dan homogen. Hal ini pada gilirannya akan mengurangi perbedaan-perbedaan yang ada menuju keutuhan suatu bangsa.
Pembauran ras, suku, dan agama juga merupakan suatu tantangan di mana sering kali menimbulkan gejolak di antara unsur masyarakat Indonesia yang majemuk. Namun, kalau semuanya dilandasi dengan sikap cinta tanah air dan kebangsaan yang tinggi maka segalanya akan dapat terselesaikan dengan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar