Hal yang diwujudkan menjadi karya seni disebut objek karya seni. Sehingga, objek seni rupa pun bermacam-macam. Beragamnya budaya tiap masyarakat akan memberi pengaruh pada gaya penyajian seni rupa. Perbedaan alam tempat tinggal juga mempengaruhi perbedaan karya seni. Bagi masyarakat di pedalaman, hutan, persawahan, gunung, hewan dan tumbuhan serta peralatan yang digunakan di sana merupakan objek yang lazim ditemui. Sedangkan bagi masyarakat yang tinggal di pesisir, objek yang lebih banyak ditemui misalnya laut, tumbuhan pantai, berbagai hewan laut, dan kegiatan manusia di laut dan di pantai.
Tema di sini maksudnya adalah apa yang hendak diceritakan oleh karya seni rupa tersebut. Tema tergantung pada hal apa yang menarik minat perupa untuk kemudian diciptakan menjadi karya seni. Secara tematik, ragam karya seni rupa dapat diwujudkan berdasarkan tema-tema sebagai berikut.
a. Manusia dan dirinya sendiri
b. Hubungan manusia dengan manusia lain
c. Manusia dengan alam sekitarnya
d. Manusia dan kegiatannya
e. Manusia dengan alam benda
f. Manusia dengan alam khayal (supranatural).
Makna simbolis karya seni rupa tampak jelas dalam benda yang berhubungan dengan religi atau keagamaan dan adat. Berbagai arca dan pahatan relief peninggalan jaman kerajaan Hindu-Budha merupakan simbol dari berbagai hal dalam kebudayaan Hindu-Budha. Contohnya: lingga dan yoni menjadi lambang pria dan wanita serta lambang kesuburan; arca dewa kuwara menjadi lambang kekayaan; dan lain sebagainya.
Tiap warna juga melambangkan sesuatu hal dan memberi kesan berbeda.
Contoh:
Merah: berani, bahaya, semangat, marah, jahat, dinamis
Biru: tenang, sejuk, hening, haru, sayu
Kuning: riang, terang, hangat, agung
Hitam: kematian, dramatis, gelap, sedih, kesungguhan
Putih: kebenaran, suci, murni, terang
Ungu: kebangsawanan, kekayaan
Hijau: harapan, muda, tumbuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar