Kamis, 12 Mei 2016

Perkembangbiakan pada Jenis Udang

Berbeda dengan cacing yang memiliki dua sel kelamin dalam satu individu, udang memiliki alat kelamin yang terpisah. Satu individu hanya memiliki satu alat kelamin, yaitu jantan atau betina. Oleh karena itu, dapat dibedakan udang jantan dan udang betina.
Pada alat perkembangbiakan udang betina dapat kita amati ovarium berbentuk seperti sebuah kantung yang letaknya di bawah bagian jantungnya. Ovarium bercabang dua, dan kedua cabang tersebut akan menggembung setelah terjadi pembuahan sel-sel telurnya sehingga mengakibatkan kondisi udang betina seolah 'hamil’. Pada musim pembiakan, telur-telur yang telah dibuahi tersebut keluar dari ovarium melalui saluran telur (oviduk) yang berbentuk lebar dan pendek. Oviduk yang berjumlah dua ini bermuara pada lubang-lubang yang terdapat di kedua sisi pangkal kaki ruas kedua. Telur-telur udang yang keluar dari tubuh induknya tersebut melekat pada sirip-siripnya. Ukuran telur udang sekitar 0,3 sampai 0,4 mm.
Testis pada alat perkembangbiakan udang jantan, terdapat di dekat jantung. Testis berdinding licin, bercabang, dan berhubungan dengan saluran vas deferens yang bermuara di lubang-lubang yang terdapat di kedua sisi pangkal kaki pada ruas keempat. Vas deferens ini berbentuk melingkar-lingkar dan berfungsi sebagai penyimpan sel-sel sperma sampai saat sel sperma diperlukan untuk membuahi telur-telur.
Telur-telur udang yang telah dikeluarkan oleh induk betina dan melekat pada sirip-sirip induknya akan menetas kira-kira satu bulan sesudah proses pembuahan berlangsung.
Anak udang yang baru menetas dari telur-telurnya tetap melekat pada sirip-sirip induknya, dan berwarna jernih. Anak-anak udang tumbuh dan berkembang menjadi udang dewasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar