Kamis, 12 Mei 2016

Perkembangbiakan Vegetatif pada Hewan

Perkembangbiakan vegetatif atau perkembangbiakan secara tak kawin adalah perkembangbiakan yang menghasilkan individu baru tanpa melalui proses perkawinan. Dengan demikian proses perkembangbiakan secara vegetatif sama sekali tidak tergantung pada adanya sel kelamin.
Beberapa hewan tingkat rendah memiliki kemampuan berkembang biak secara vegetatif atau secara tak kawin. Keturunan yang dihasilkan oleh perkembangbiakan secara vegetatif tidak banyak menimbulkan variasi karena tidak melibatkan individu lain. Cukup dari diri sendiri dengan menggunakan bagian tubuhnya dapat dibentuk individu baru sebagai generasi penerus keturunan.
Perkembangbiakan secara vegetatif pada hewan rendah, antara lain, berupa pembelahan sel (membelah diri), pertunasan, dan fragmentasi. Pembelahan sel terjadi pada protozoa,Seperti amuba dan paramaecium. Pertunasan terjadi pada hydra, sedangkan fragmentasi terjadi pada planaria.

1. Pembelahan Sel
Perkembangbiakan secara vegetatif dengan jalan membelah diri terjadi pada hewan bersel satu (protozoa), seperti Amoeba proteus (amuba), Paramaecium caudatum, dan Euglena viridis. Pembelahan pada amuba didahului dengan pembelahan bagian inti sel yang diikuti oleh pembelahan sitoplasma sehingga terjadi pemisahan sitoplasma yang membentuk dua sel baru yang masing-masing memiliki inti sel baru.

Pembelahan sel amuba berlangsung dalarn situasi lingkungan yang baik, yaitu udara tidak terlalu panas, suhu tidak terlalu rendah, serta cukup memperoleh zat makanan. Pada ling,kungan yang tak sesuai, amuba membentuk kista, berupa lapisan pelindung yang cukup tebal. Di dalam kista inilah amuba membelah diri berkali-kali sehingga apabila suasana kembali baik, kista amuba pecah dan keluar amuba baru.

2. Pembentukan Tunas
Tunas adalah calon individu baru yang terbentuk dari bagian tubuh induknya. Pada umumnya makhluk hidup yang berkembang biak dengan tunas adalah tumbuh-tumbuhan. Jenis hewan yang berkembang biak dengan tunas adalah hydra.

3. Fragmentasi
Perkembangbiakan vegetatif dengan fragmentasi merupakan perkembangbiakan yang ditandai oleh tumbuhnya individu baru dari potongan tubuh induk. Cara perkembangbiakan dengan fragmentasi lazim dilakukan oleh spyrogira, jenis ganggang hijau yang habitatnya di air tawar. Pada hewan, perkembangbiakan dengan cara fragmentasi ditunjukkan oleh tumbuhnya kembali bagian tubuh yang terpotong sehingga terbentuk individu baru yang utuh.
Hal ini terjadi pada planaria, jenis cacing pipih yang memiliki daya regenerasi sangat tinggi. Apabila cacing planaria ini dipotong menjadi tiga bagian, ketiga potongan tadi akan segera membentuk tiga individu baru. Bagian yang tak berkepala akan membentuk kepala dan bagian yang tak berekor akan membentuk ekor.
Planaria mudah dijumpai pada air kolam atau sungai, biasanya melekat pada bebatuan atau dedaunan yang terendam air. Panjang tubuhnya hanya sekitar 2 cm. Selain memiliki daya regenerasi yang amat besar, planaria juga berkembang biak secara generatif dan tergolong hermafrodit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar