Senin, 06 Juni 2016

Pengertian alergi dan obatnya

Alergi adalah keadaan di mana tubuh seseorang tidak cocok dengan sesuatu barang atau zat. Ketidakcocokan itu dapat timbul berupa gejala: gatal, bercak-bercak merah atau bengkak-bengkak, mata berair, hidung keluar banyak cairan (runny nose), bibir terasa tebal, vasodilatasi, tekanan darah menurun (bisa sakit kepala berat atau sampai shock), kontraksi bronchi (sesak napas) dan kontraksi usus.

Penyebab semua itu karena dikeluarkannya histamine (zat kimia yang dikeluarkan tubuh kalau kita kemasukan makanan yang menyebabkan alergi) ke dalam darah, dalam jumlah cukup banyak akibat reaksi kekebalan tubuh kita. Perlu diketahui juga, reaksi itu pada tiap orang berbeda. Jadi, tidak semua orang misalnya kalau makan udang menderita gatal-gatal, atau kalau menghirup debu langsung sesak napas.

Untuk mengobati itu, biasanya digunakan obat antihistaminika. Cuma, minum obat (apa pun obatnya) pasti ada efek sampingannya. Efek sampingan obat antihistaminika ini biasanya berupa: mulut kering, rasa mengantuk, kepala terasa bergoyang (drowsy), lama-kelamaan menjadi agak kurang pendengarannya dan menjadi seperti pelupa, insomnia, rasa berat dan lemah pada tangan, ada yang teratogenik pada ibu-ibu yang hamil, juga bisa menyebabkan impotensi.

Bila minum obat antihistaminika terlalu banyak, efek sampingnya bisa keracunan, bahkan bisa mematikan. Contohnya: dosis 20-30 tablet antihistaminika yang biasa terdapat di pasaran merupakan dosis letal (dosis kematian) bagi anak-anak. Efek lainnya menimpa susunan saraf sentral, merangsang munculnya halusinasi, eksitasi, ataksia, inkoordinasi, atetosis dan kejang (disertai tremor dan gerakan susah dikontrol), midriasis, koma, disusul dengan kematian dalam 2-18 jam. Pada orang dewasa biasanya berupa depresi pada awalnya, kemudian eksitasi dan akhirnya depresi susunan saraf pusat yang lanjut.

Umumnya obat antihistaminika yang ada di pasaran kita tergolong obat antihistaminika penghambat reseptor 1 (AH1), artinya: sanggup menghambat efek histamine pada bronchi, pembuluh darah, otot polos dan reaksi hipersensitivitas.

Selain AH1, dikenal juga AH2, yaitu obat antihistaminika yang erat hubungannya dengan efek histamine terhadap sekresi cairan lambung dan otot polos pembuluh darah.

Memang obat antihistaminika digunakan untuk pengobatan para penderita alergi di atas. Namun, sebaiknya penderita alergi mencari tahu sumber penyebab alerginya dan sedapat mungkin menjauhinya. Walaupun untuk mengetahui itu, seseorang perlu waktu untuk melakukan pengamatan. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar